Cerita Gay Dengan Teman di Kosan

Kamis, Januari 19th, 2017 - Cerita Sex LGBT
Service Management

Cerita Gay Dengan Teman di Kosan – Cerita sex gay sebagaimana hampir setiap malam minggu, suasana tempat kosku malam itu terasa sepi dan sunyi. Beberapa teman-teman kosku memang punya pacar sehingga hampir setiap malam panjang mereka lewatkan untuk memadu cinta dengan ceweknya masing-masing. Sementara mereka yang tidak punya pacar, biasanya pergi dengan teman-temannya untuk bersantai di tempat hiburan malam atau check-in di hotel-hotel murahan dengan teman kencan mereka sekedar untuk melepas syahwat.

Cerita Sex Gay Dengan Teman di Kosan

Cerita Gay Dengan Teman di Kosan

Waktu masih punya cewek, akupun biasa melewatkan malam panjang untuk memadu cinta atau mendulang nikmat syahwat dengan pacarku di tempat kosnya. Namun sejak dua bulan lalu, aku tidak lagi wajib mengencani cewekku karena sudah putus hubungan. Untuk mengisi akhir pekanku setelah putus hubungan dengan cewekku, biasanya aku bergabung dengan teman-temanku bertripingria di disco-disco yang bertebaran di ibu-kota. Tak jarang pulang disco aku membawa teman sesyahwat untuk memadu nikmat bersejenis.

Aku memang cowok bisex yang begitu bernafsu pada tubuh-tubuh mulus lawan jenisku, tapi aku juga terangsang pada tubuh-tubuh jantan yang bergerinjal otot. Bagiku cewek dan cowok sama asyiknya untuk dikencani dan sama nikmatnya untuk digumuli. Kadang aku heran pada diriku sendiri yang mudah tergiur pada tubuh lelaki ganteng yang atletis, bugar, berotot dan mulus, padahal aku sendiri memiliki fisik yang cukup istimewa. Mungkin saja karena kegilaanku pada olah kebugaran tubuh serta aktifitas yang bersifat jantan dan menantang sehingga aku sering memperhatikan cowok-cowok yang berpenampilan jantan dan bugar yang lambat laun membuatku terangsang pada hal-hal yang bersifat keperkasaan.

Hanya saja aku lebih suka pada tubuh-tubuh jantan yang mulus daripada yang berbulu karena aku dapat langsung menikmati sentuhan pada gerijal otot-otot kelelakiannya saat bergumulan.Malam itu aku memang belum merencanakan pergi kemana-mana karena aku ingin memutar video gay yang baru kudapat dua hari hari. Hari-hari sebelumnya suasana kos memang tidak memungkinkan bagiku untuk memutar VCD gay tersebut karena teman-teman kosku ngobrol bahkan sampai tidur di kamarku. Aku memang sangat merahasiakan orientasi seksku yang ganda ini dan tak seorangpun teman kos atau teman gaulku yang mengetahui selera syahwatku pada sesama jenis.Cover VCD gay yang baru kudapat itu memang menarik, menampilakan sepasang lelaki muda yang tampan, bugar dan menggemaskan dengan mesranya berpelukan dalam keadaan bugil, sehingga aku begitu penasaran, terlebih kesempatan untuk memutar selalu tertunda yang membuatku semakin bernafsu memutarnya.

Maka ketika suasana tempat kos kurasakan sepi dan cukup aman untuk memutar VCD gay, kuputuskan malam minggu itu untuk tidak keluar rumah.Waktu menunjukkan tepat pukul 20.00 ketika aku mulai memutar VCD yang membuatku penasaran itu. Sejak awal cerita film porno itu memang sudah sangat menarik, menceri-takan sepasang cowok muda bersahabat yang saling jatuh cinta, dalam casting yang artistik dan romantis. Yang menarik dari VCD itu karena diperankan oleh cowok-cowok latin yang ganteng, keren dan bugar. Tak heran aku begitu menghayati tontonan yang indah itu, sehingga ketika tiba pada adegan percumbuan, tanpa kusadari diriku mulai terhanyut dalam suasana romantis dan menggairahkan.

Aku mulai terangsang, urat kontolku mendesir dan batang kontolku berdenyut melihat kedua pemuda ganteng yang cool, sexy dan menggemaskan itu saling berpelukan, berciuman, bergumulan, menggerayang dan melucuti tubuh masing-masing hingga bugil. Bentuk dan liku-liku tubuh kedua pejantan Itali yang segar, bugar dan berhiaskan otot-otot kejantanan. Kontol kedua cowok jantan itu yang besar, panjang dan keras itu benar-benar menggoda syahwat kelelakianku. Berahiku semakin bergolak ketika kedua cowok keren itu saling merangsang tubuh jantan lawan mainnya dengan remasan, ciuman dan lumatan. Darah kelelakianku semakin mendidih ketika menyaksikan adegan kedua bule itali itu saling mengulum dan mengisep kontol lawan mainnya yang nampak sudah ngaceng besar dan keras sekali.

Aku mulai merangsang diriku sendiri dengan memilit-milit puting susuku serta merogoh dan meremas-remas bongkahan kontolku ketika aku sudah tak dapat mengendalikan berahiku. Tubuhku sudah demikian gerah dan berkeringat ketika adegan pergumulan semakin hot dan salah satu pejantan itu memasukkan batang kontolnya yang sudah demikian tegang ke liang kenikmatan pasangan ngentotnya lalu menggenjotnya dengan perkasa. Desah nafas berat dan hentakan erotis kedua pejantan berjinah itu membuat nafsuku semakin memuncak dan kontolku terasa makin berdesir mengeras dan membesar. Tubuhku sudah nyaris bugil dan berkeringat saat tanganku mulai mengocok batang kontolku dan meramas-remas kantung biji peler yang bergundal-gandul di selangkanganku. Kulihat bonggol kepala kontolku sudah demikian besar, bulat dan merah mengkilat, sementara urat-urat darah sepanjang batang kontolku nampak bergerijal menonjol.

Rasa nikmat menjalar dan menyebar ke sekujur tubuhku yang sudah nyaris bugil akibat rangsangan yang kulakukan sendiri pada batang kontolku serta organ-organ kejantananku yang lain di sekitar selangkangan dan dadaku. Aku sedang berada pada kondisi nikmat stadium tinggi dengan onaniku ketika tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamarku sambil memanggil namaku.“Don…Don.” suara itu memanggil namaku Donny sambil mengetuk pintu kamarku.“Shit!!” dumalku dalam hati ketika merasa keasyikanku beronani terganggu.“Sbentar!” jawabku sambil menghentikan film dan memakai kembali pakaianku.“Oh elo Man, kirain siapa. Gue pikir lo pergi” sapaku ketika kubuka pintu kamarku dan kudapati Arman anak kos sebelah kamarku berdiri di depannya.“Lagi ngapain lo? Sepi-sepi aja” sapanya sambil masuk ke kamarku.“Ngak ngapa-ngapain, tiduran aja” jawabku.“Tumben lo malam minggu jomblo, ngak jalan?” lanjutnya nyelutuk sambil duduk di atas karpet dan bersender pada bantal besar.“Lagi males. Nah, lo sendiri ngak ngapel?” timpalku sambil duduk di sampingnya.“Emang siapa yang gue mau apelin? Gue ngapelin lo aja deh” candanya sambil tersenyum.

Mungkin karena aku seorang bisex yang tertarik padanya, ucapannya itu cukup membuatku bungah walaupun aku tetap menganggapnya sebagai candaan.“Si Reny lo kemanain? Putus nih?” sindirku.“Lo pikir, dia cewek gue? Ah lo kurang sepi gaul banget, sampe temen sebelah aja ngak tau skandalnya. Untuk sekecret dua kecret sih oke, tapi untuk jadi pacar, entar dulu deh” jelas Arman sedikit sombong.“Gile lo, cewek secakep doi masih juga lo jadiin barang maenan. Dasar lo playboy cap kucing!” celetukku sengit.“Eh lo abis ngapain sih, keringatan gitu” tanyanya sambil mengamati wajahku yang membuatku kaget menyadari penampilanku yang memang belum normal sesudah me-ngalami horny stadium tinggi.“Tiduran, gerah lah ya” jawabku singkat dan ragu-ragu.“Boong lo! Abis nonton BF ya? Tuh video player lo masih nyala, layar teve kosong dan … kontol lo nongol gini … ngaceng lo ya!” sempal Arman sambil meremas selangkanganku dimana kontolku masih belum reda ngacengnya.

Aku benar-benar kaget dengan remasannya pada selangkanganku dan malu karena dia mendapati kontolku masih dalam keadaan keras. Namun dibalik itu, aku malah terangsang dengan remasannya pada kontolku. Betapa tidak, aku baru saja mengalami horny akibat adegan sex di VCD yang kutonton, tiba-tiba kontolku diremas oleh cowok ganteng yang selama ini membuatku kesemsem dan sering menjadi inspirasi sensualku saatku beronani. “Ah lo ada-ada aja” kataku salah tingkah. Ada rasa kaku saat mengungkapkan kalimat tersebut karena aku merasa malu ketahuan melakukan perbuatan yang sesungguhnya memalukan.“Ala, ga usah muna deh. Nonton BF aja kok malu sampe muka lo merah gitu. Biasa-biasa aja deh, gue juga sering nonton gituan. Pasang lagi donk, gue udah lama ngak nonton BF nih.” pintanya.“Jelek filmnya Man” jelasku meyakinkan untuk menampik keinginannya. Tentu saja aku tidak ingin dia mengetahui bahwa film yang baru kupasang dan membuat kontolku ngaceng adalah BF gay.“Jelek? Buktinya lo ngaceng gitu. Udah.. pasang donk, biarin jelek juga” “Beneran jelek Man, mainnya jorok dan kasar. Lo pasti jijik liatnya” kucoba untuk meyakinkannya.“Biarin jelek juga, gue suka kok yang lo bilang jijk. Ayo donk” “Nggak ah, rekamannya jelek Man, ngerusak player. Kalo lo ada BF lain pasang disini aja.” kilahku lebih lanjut.“Gak ada. Gue ngak punya BF yang kayak gitu, paling yang biasa-biasa. Bosen donk” jawabnya.

Aku tak mengerti apa yang dia maksud dengan ”BF yang kayak gitu” dan aku mulai panik dengan ucapannya yang nampak mengarah seakan dia mengetahui jenis BF yang barusan kupasang.Beberapa saat aku dan dia terdiam tak bicara sepatahpun sebelum akhirnya aku dikejutkan dengan ucapan Arman yang membuatku semakin kaget.“Kalo lo gitu … kita praktek langsung aja Don” kata Arman dengan suara lembut dan setengah berbisik sambil meremas tanganku.

Ucapan Arman benar-benar membuatku bingung apa maksudnya. Ada tersirat harapan dalam benahku bahwa apa yang diucapkan Arman benar-benar merupakan ajakan untuk bercinta. Apalagi diucapkan dengan lembut dan mesra disertai pegangan tangan yang hangat dan meluluhkan kelelakianku. Tapi aku tak seberani itu untuk menyimpul-kan ucapannya dan tak ingin terjebak dalam permainan kalimatnya. Jangan-jangan dia sedang becanda atau bahkan menjebak. Tapi untuk menepisnya akupun tak kuasa melakukannya karena aku tak ingin kehilangan kesempatan itu bila saja ternyata ucapan-nya itu benar-benar ungkapan keinginannya. Arman memang sudah menarik perhatianku sejak pertama kali dia indekos di tempatku. Wajahnya ganteng, tubuhnya atletis, bugar dan sexy, penampilannya cool, keren dan jantan, pembawaannya hangat, energik dan menyenangkan. Tak heran kalau banyak teman-teman cewekku yang kesemsem padanya dan memanfaatkan waktu berkunjung ke tempatku untuk ngeceng Arman. Bagiku Arman merupakan cowok yang sensual dan sexy.

Aku sering mencuri-curi pandang saat ngobrol atau berhadapan langsung dengannya. Hatiku selalu berbunga-bunga setiap dia menatapku dan aku begitu menikmati setiap senyum manisnya yang kurasakan begitu menggoda kelelakianku. Akupun tak dapat menghindarkan diri untuk tidak terangsang saat tubuhku bersentuhan dengan tubuhnya yang hangat. Tak heran kalau sosok wajah dan tubuhnya sering mengisi ruang hayalku saat beronani, bahkan saat aku bersetubuh dengan cewekku. Pinggang dan buah pantatnya yang padat merupakan bagian tubuh Arman yang paling sexy dan sering menyusup dalam ecstasy sexualku.Aku benar-benar tak dapat berucap sepatah katapun untuk menanggapi kalimat yang diucapkan Arman. Akupun tak mampu menatap wajahnya ketika tiba-tiba saja wajahnya sudah demikian dekat dengan wajahku. Yang kurasakan hanyalah debaran jantungku yang semakin cepat berpacu.

Pencarian terkait:

  • cerita sex gay
  • Cerita gay 2017
  • cerita gay
  • cerita gay sex
  • kumpulan cersex lesbian terbaru 2017
  • cerita gay romantis
  • cerita gay sma
  • Cerita sex Gay 2017
  • Cerita dewasa gay
  • cerita gay terbaru
Itil Certification Service desk overview
Cerita Gay Dengan Teman di Kosan
by : | 5