Cerita Mesum Artis Angel Karamoy di Hotel

Rabu, Mei 3rd, 2017 - Cerita Sex Artis
Service Management

Kumpulan Novel Cerita Sex Hot kembali update cerpen cerita dewasa panas terbaru bergambar dengan judul Cerita Mesum Artis Angel Karamoy di Hotel. Situs bacaan seks khusus orang dewasa yang berisikan cerita-cerita seru terbaru lengkap dengan foto-foto hot untuk usia 18 tahun keatas (Plus) yang dapat menjadi nafsu peningkat birahi dan dijamin meningkatkan libido seks para pembaca Novel Dewasa, selamat menikmati.

Cerita Mesum Artis Angel Karamoy di Hotel

Cerita Mesum Artis Angel Karamoy di Hotel

Kisahku berawal kurang lebih 2 tahun yang lalu. Dengan kepandaianku mengelola saat itu aku telah memiliki banyak pelanggan di bengkelku. Kebanyakan dari mereka adalah para karyawan yang bekerja di wilayah perkantoran itu. Salah satunya sebut saja artis cantik pemain sinetron Angel Karamoy, usianya 25 tahun. Ia adalah artis terkenal indonesia. Wajahnya menarik, dengan kulit putih bersih. Tubuhnya sangat seksi, bokong padat dan payudara berisi.

Yang menjadi pusat perhatianku adalah bentuk payudaranya. Bentuknya besar, tapi terlihat serasi dengan postur tubuhnya. Aku sering membayangkan jika suatu saat dapat merasakan halusnya kulit dadanya dan meremas bahkan mengulum putingnya susu artis Angel Karamoy.

Malam itu saya sedang menunggu Taksi mau pulang, karena mobil yg biasa saya pakai, dipinjam adik. Saya baru saja selesai menutup bengkel. Sekitar 10 menit saya menunggu, datang mobil sedan menghampiriku, lalu kaca mobil itu terbuka, dan kulihat Mbak Angel Karamoy di dalam mobil mewah itu memanggilku, dia pun bertanya.

“Mau kemana An..? kok sendirian, mau saya antar nggak?”

Tanpa basa-basi saya lalu memasuki mobil mewah itu, kemudian kita mengobrol di dalam mobil. Singkat kata Mbak Angel Karamoy mengajakku ke discothique, waktu itu malam minggu.

Sesampainya di diskotik. Kami mencari table yang kosong dan strategis di pojok tapi bisa melihat floor dance.

“Saya sedang pesan lagi satu untuk kita berdua,” kata Artis cantik Angel Karamoy.

Untuk “on”, saya memang butuh dorongan inex, tapi cukup setengah, sementara satu setengahnya lagi untuk Mbak Angel Karamoy. Ternyata takaran satu setengah baru cukup untuk Mbak Angel Karamoy. Ternyata Mbak Angel Karamoy suka triping.

Pesanan tak lama datang. Kubayar bill-nya. Ditanganku ada dua butir pil inex, yang satu saya bagi dua. Mbak Angel Karamoy segera menelan satu setengah, dan sisanya untuk ku. Setelah 15 menit, Mbak Angel Karamoy terlihat semakin on. Maka kami berjoget, menari-nari, dan berteriak gembira di dalam diskotek yang penuh dengan orang yang sama-sama triping.

Saat saya berdiri dan melihat artis Angel Karamoy “ON” berjoget dengan erotisnya, tak lama kemudian Mbak Angel Karamoy menghampiri dan merapatkan tubuhnya yang mulus itu ke depanku. Ia mengenakan t-shirt putih dan celana warna gelap. Dalam keremangan dan kilatan lampu diskotek, ia nampak manis dan anggun. Saya kembali menyibukkan diri dengan bergoyang dan memeluknya belakang tubuhnya.

Sesekali tangan ku dengan nakal meremas dada Mbak Angel Karamoy yang masih tertutup kemeja, Tanganku kian nakal mencoba berkelana dibalik kemejanya dan meremas ke dua gunung kembarnya yang masih terbalut BH. Tanganku akhirnya dapat merasakan halus dari payudara Mbak Angel Karamoy, jari-jari ku mencari-cari puting payudara Mbak Angel Karamoy dengan menyusup ke dalam BH Mbak Angel Karamoy.

Saya remas dada Mbak Angel Karamoy dengan perasaan, lalu tanganku bergerak ke punggung Mbak Angel Karamoy berusaha membuka pengait bra itu, aku sudah berhasil melepas pengait BH nya sehingga dengan bebas tangan kananku membelai dan meremas buah dadanya yang keras sementara tangan kiriku masih tetap mendekapnya dan mulutku pun menciumi leher jenjang itu, sambil tanganku memainkan puncak puting susu itu hingga memerah akibat remasan tanganku.

Sementara Mbak Angel Karamoy hanya memejamkan matanya meresapi setiap jamahan tangan dan terus bergoyang mengikuti irama, saya terus mengelus dadanya sehingga membuat Mbak Angel Karamoy dari gerakan tubuhnya Mbak Angel Karamoy memang kelihatan ingin sekali dipuasi, terlihat dari pantatnya yang montok dan masih terbalut rok, terus merapat ke ke belakang. “Kamu sudah on berat ya?” katanya. Saya tersenyum, kupeluk tubuhnya dan kucium pipinya.

Pada pukul 02.00 pagi, DJ mengumumkan discothique akan terus buka sampai pukul 05.00.
Pengunjung bersorak-sorai riang gembira. Tapi Mbak Angel Karamoy kelihatannya sudah mulai “Droop”.

“Sayang saya sudah lelah,” keluh Mbak Angel Karamoy.
“Ah, masa lelah, sayang,” ucapku sambil terus memeluk erat dan menciumi leher belakangnya.
“Sayang.. kita pulang yuk..,” katanya. “Saya ingin istirahat”.
“Pulang ke mana?” tanyaku.
“Ke mana aja” jawabnya. Saya baru mengerti, bahwa dia ingin lanjut ke tempat tidur.
“Saya sebenarnya sudah booking kamar di hotel dekat sini” ujarnya.
“Kalau begitu. kita ke sana”
“Tapi tunggu, saya mau bilang temen dulu yang lagi digaet cowok di pojok sana,” katanya.

Tepat pukul 02:30 dini hari kami keluar dari discothique tersebut dengan rasa puas dan senang terus kami menuju ke hotel. Sesampainya kami dikamar Mbak Angel Karamoy langsung berjoget lagi kali ini tanpa musik tapi dia yang bernyanyi dan sembari melucuti pakaiannya pas seperti orang sedang menari striptis, saya hanya melihat dan duduk disebuah kursi sofa yang ada tepat didepan jendela.

Sambil menari dan melucuti pakaiannya Mbak Angel Karamoy menghampiri saya dan segera jongkok didepan saya sambil membuka resleting celana saya, saya hanya memperhatikan apa yang akan dilakukannya, “Wowww.. besar dan kencang sekali.. buat Angel Karamoy ya..”

Kemudian Mbak Angel Karamoy mengulum penisku yang menegang sejak tadi.

“Ooogghh.. sshh.. enak sekali San..”, ucapku.

Dia mengeluarkan penis saya yang sudah setengah tegang dan langsung diisapnya dalam-dalam. Jago memang Mbak Angel Karamoy dalam memainkan isapannya, sambil mengisap lidahnya terus menari dan meliuk diteruskan ke buah zakar saya, setelah 10 menit naik dan turun dia isap dan jilatin penis saya, Mbak Angel Karamoy melemparkan tubuhnya ke atas kasur, dan jatuh telentang. Langsung saya menyergapnya, dan kami bercumbu dengan dorongan nafsu sangat tinggi karena pengaruh inex.

Kami berciuman, beradu lidah dan bergantian mengisapnya. Kuciumi pipinya, matanya, keningnya, dagunya. Kujilati daun telingaya, dan kusodok-sodok lubang telinganya dengan lidahku.

Tanganku tak diam. Mengelus dan meremas rambutnya, menyusuri leher dan belahan dadanya. Kuusuap-usap perutnya, punggungnya, dan bokongnya. Kubekap vaginanya yang ditumbuhi bulu halus nan rimbun. Jari manis dan telunjukku merenggangkan pinggiran vagina Rani. lalu jari tengahku mengorek-ngorek klitorisnya dengan penuh perasaan.

“Ooh.. sshh.. aahh..!” desah Mbak Angel Karamoy.
“Sayang..,” dengusku sambil terus mencumbunya.

Aku menarik tanganku dari vagina Mbak Angel Karamoy. Kini kedua tanganku mengelus-elus pinggiran payudaranya.

Berputar sampai akhirnya meremas bagian putingnya. Akhirnya anganku tercapai.

“Oooh.. terus.. say..!” desah Mbak Angel Karamoy lagi.

Saya jilati pinggiran buah dadanya, lalu menghisap putingnya.

“Oohh.. sayang..!” Mbak Angel Karamoy merintih nikmat. Mbak Angel Karamoy bangkit dan mendorong aku supaya telentang. Ia melakukan cumbuan meniru caraku. Ia pun membekuk penisku dan mengelusnya dengan tekanan yang membangkitkan birahi. Mbak Angel Karamoy memutarkan badan di atas tubuhku yang telentang. Ia menciumi dan menjilati penisku sementara vaginanya disumpalkan ke mulutku.

Akhirnya Mbak Angel Karamoy menjatuhkan diri ke tempat tidur dan menarik tanganku. Sementara buah dadanya kian kencang. Putingnya kian memerah. Nafasnya tersengal-sengal. Keringat sudah membasahi sekujur tubuhnya. Seperti keringatku. Juga nafasku. Juga si nagaku yang sudah meronta. Dia sepertinya bingung ketika kuambil dua bantal. Dengan lembut kuangkat tubuhnya, lalu bantal itu kuletakkan di bawah pantatnya.

Menyangga tubuh bagian bawahnya. Membuat pahanya yang putih mulus kian menantang. Terlebih ketika bukit venus dengan bulu-bulu halusnya menyembul ke atas. Membuat magmaku terasa mau meledak. Dia mengerang saat lidahku kemudian jemariku mengelus-elus bulu-bulu itu. Dia menjerit saat kucoba menguak kemaluannya dengan jari telun-jukku. Otot pahanya meregang saat kuhisap clitorisnya.

“Masukkan penismu, cepat sayang,” rintihnya.
“Aahh..!” rintihan kenikmatannya kali ini terdengar nyaris seperti jeritan. Aku jongkok di pinggir tempat tidur,

kutarik kaki Mbak Angel Karamoy sampai bokongnya berada di tepi ranjang. Kusingkap selangkangannya, dan kulumat vaginanya yang sudah becek.

Kubalikkan tubuhnya, kujilati bokongnya sambil sesekali setengah menggigitnya. Kukorek-korek anusnya dengan jari tengahku.

“Ouuwww.. ooh.. sshh.. sayang, cepet masukan!” katanya memelas-melas.
Semakin Mbak Angel Karamoy memanas birahi, aku semakin terus mempermainkannya dan belum mau melakukan penetrasi. Aku melihat Mbak Angel Karamoy sampai meneteskan air mata menahan orgasme.

Dipegangnya penisku yang sudah membesar ini. Dia bimbing dan penisku terasa menyentuh bibir kemaluannya. Dia melepaskan pegangannya. Kudorong sedikit. Dia menjerit. Kutahan nafas. Lalu kutekan lagi. Dia memekik. Pada dorongan kesekian kalinya sasaran lepas lagi. Dia terengah-engah. Aku mengambil posisi. Duduk setengah jongkok, kedua kakinya kutarik.

Membuat jepitan atas tubuhku. Kuarahkan penisku ke lubang yang basah dan menganga itu. Ketika kudorong dia meremas rambutku kuat-kuat. Kutekan. Dan kutekan terus. Tak memperdulikan rintihannya. Kedua kakinya meregang ototnya. Dengan penuh keyakinan kutambah tenaga doronganku. Pertama terasa gemeretaknya tulang. Kemudian terasa sesuatu yang plong. Membuat dia menjerit, merintih keras,

“Acchh.. sshh..”

Ketika kupacu dia dengan irama yang lambat dia mengerang, menjerit, merintih terus. Kuubah posisi. Kini kedua tanganku berada di belakang punggungnya. Membuat kaitan diantara ketiaknya. Dia meremas rambutku seiring dengan naik turunnya tubuhku. Kukunya mencengkram punggungku ketika kukayuh pantatku penuh irama. Naik dan turun. Tarik dan dorong. Rintihan dan jeritannya seakan tak kupedulikan. Aku berhenti di tengah jalan. Dia meronta. Membuka matanya. Dengan wajah kuyu. Dari keringat kami yang menyatu. Tanpa diduga, dia mulai mengikuti irama permainanku. Dengan menahan rasa sakit dia menggerakkan pinggulnya. Memutar dan memutar. Sesekali menyentak tubuhku yang di atasnya.

Tak lama kemudian Mbak Angel Karamoy merubah posisi menduduki pahaku, memegang penisku dan dimasukkannya pelan ke vaginanya.

“Uppss.. ooh..” rasanya nikmat sekali penisku didalam vaginanya. Mbak Angel Karamoy terus bergoyang naik turun.
“Ahh.. enak..”erangku.

Mbak Angel Karamoy terus bergoyang sambil menjerit kecil. Dadanya yang naik turun langsung kuremas. Lalu kubalikkan posisinya kebawah.Dan aku gantian memompanya dari atas. Aku terus memompa sampai akhirnya dia mengerang panjang. Otot vaginanya berkontraksi meremas penisku

“Oghh.. saya sudah keluar sayang..” erang Mbak Angel Karamoy.

Tiba-tiba, pintu kamar ada yang mengetuk.

“San.. San!” suara perempuan.
Aku kaget dan sempat terhenti mencumbu Mbak Angel Karamoy.
“Teruskan, sayang..! Itu temanku, biarkan saja,” kata Mbak Angel Karamoy.
“San..!” pintu diketuk lagi diikuti suara panggilan.
“Masuk aja, Lin, enggak dikunci, kok” ujar Mbak Angel Karamoy.
“Huuss..!! Kita lagi nanggung dan bugil begini masa temenmu disuruh masuk..?” sergahku.
“Engga apa-apa, cuek aja..” kata Mbak Angel Karamoy enteng sambil tersenyum manis.

“Wah, rupanya lagi pada asyik nih,” kata Lina begitu membukakan pintu dan masuk ke dalam kamar.

Aku masih dalam posisi jongkok dan penisku masih di dalam vagina Mbak Angel Karamoy, dan hanya menyeringai melihat kedatangan Lina.

“Mana cowokmu tadi?” tanya Mbak Angel Karamoy.
“Tahu kamu pulang ke hotel bawa cowok, yah aku dibawa ke hotel lain” sahut Lina.

Aku masih bengong mendengar percakapan dua cewek cantik itu. Tiba-tiba tangan Mbak Angel Karamoy menarik tanganku yang tersampir di pahanya.

“Ayo sayang goyangin penismu, jangan kalah sama Lina” desak Mbak Angel Karamoy.

Aku berdiri dan mengangkat tubuh Mbak Angel Karamoy ke tengah tempat tidur. Penisku yang sudah tegang dari tadi, segera saya tembakkan lagi ke dalam lubang vagina Mbak Angel Karamoy yang sudah tidak perawan tapi masih terasa lengket. Kami sama-sama merasakan kehangatan yang nikmat.

“Yang dalam.. cepat.. ah.., enak..” pinta Mbak Angel Karamoy. Aku pompakan penisku dengan penuh gairah.

Sementara Lina pergi ke kamar mandi dan mengurung diri disana. Mungkin berendam di bathtub. Pengaruh inex membuat daya tahan persenggamaanku dengan Mbak Angel Karamoy cukup lama. Berbagai gaya kami lakukan. Mbak Angel Karamoy beberapa kali mengerang dan menggigit pundakku saat mencapai orgasme. Sementara penisku masih anteng dan melesak-lesak ke dalam vagina Mbak Angel Karamoy.

“Aduh.. capek, sayang..!” rintih Mbak Angel Karamoy.
“Istirahat dulu.. yah..?”
“Sabar, dong, say. Aku sangat menikmati hangatnya vaginamu,” rayuku.

Mbak Angel Karamoy lantas menggelepar pasrah, tidak kuasa lagi menggerak-gerakkan tubuhnya yang lagi kugarap. Matanya terpejam. Aku semakin terangsang melihatnya tak berdaya. Kami sudah bermandikan keringat. Tapi penisku masih tegang, belum mau memuntahkan sperma. Akhirnya aku kasihan juga sama Mbak Angel Karamoy yang sudah keletihan dan nampak tertidur meski aku masih menggagahinya.

Aku mendengar bunyi keciprak-kecipruk di kamar mandi. Spontan aku bangkit dan melepas penisku dari vagina Mbak Angel Karamoy. Dengan langkah pelan supaya tidak membangunkan Mbak Angel Karamoy dari tidurnya, aku berjalan dan perlahan membuka pintu kamar mandi. Benar saja Lina sedang berendam di bathtup dengan tubuh bugil. Ia nampak sedang menikmati kehangatan air yang merendamnya. Kepalanya bersender pada ujung bathtub. Aku menghampirinya dengan penis yang masih tegang.

Mata lina terbuka dan kaget melihatku berdiri di sisi bathtup, menghadap ke arahnya.

“Mana Angel Karamoy?” tanyanya setengah berbisik sambil matanya turun naik melihat ke arah muka dan penisku yang ngaceng.
“Dia tidur.. jangan berisik,” kataku sambil naik ke dalam bathtup dan langsung menindih tubuh Lina yang sintal dan pasrah. Kami bergumul dalam cumbuan yang hot.

“Lin kamu diatas yah.. ” Sekarang posisiku ada di bawah, dia segera naik keatas perutku dan dengan segera di pegangnya penisku sambil diarahkan kevaginanya, kulihat vaginanya indah sekali, dengan bulu-bulu pendek yang menbuat rasa gatal dan enak waktu bergesekan dengan vaginanya. “Aaawww.. enak banget vagina kamu Lin..”
“Enak kan mana sama punya Angel Karamoy..?”
Katanya sambil memutar pantatnya yang bahenol. Rasanya penisku mau patah ketika diputar didalam vaginanya dengan berputar makin lama makin cepat.

“Ah.. Lin.. enak banget ah..” Aku pun bangun sambil mulutku mencari pentil susunya, segera kukemut dan kuhisap.
“Ton.. saya mau keluar..”
“Rasanya mentok.. ah..”
Memang dengan posisi ini terasa sekali ujung batangku menyentuh peranakannya.
“Ah.. ah.. eh..” suaranya setiap kali aku menyodok vaginanya.

Kugenjot vaginanya dengan cepat. Dia seperti kesurupan setiap dia naik turun diatas batangku yang dijepit erat vaginanya,

“Lin mau keluar..”

Kupeluk erat dia sambil melumat putingnya. Kupompa vaginanya sampai kami tak sadar mengeluarkan desahaan dan rintihan birahi yang sampai membangunkan Mbak Angel Karamoy. Mbak Angel Karamoy tiba-tiba berdiri di pintu kamar mandi dengan tubuh bugil dan matanya menatap aku dan Lina yang lagi bersetubuh.

“Gitu yah, enggak puas dengan aku kamu dengan Lina,” hardik Mbak Angel Karamoy dengan nada manja, pura-pura marah.

Eh, malah Mbak Angel Karamoy kini ikut naik ke dalam bathtup.

“San, ayo gantian, aku sudah dua kali dibikin keluar, sampai lemes rasanya. Cowokmu ini terlalu perkasa,” kata Lina.
“Ayo sayang, sekarang aku akan membuat penismu muntah,” kata Mbak Angel Karamoy.

Segera Mbak Angel Karamoy hampiri saya di dalam bath yang penuh dengan air, ditonton Lina yang duduk di ujung bathtup sambil membasuh vaginanya, dan pahanya menjadi sandaran kepala Mbak Angel Karamoy. Kusuruh dia nungging, maka terlihatlah lubang vaginanya yang basah dan berwarna merah, kuarahkan kepala penisku ke lubang tempiknya secara perlahan-lahan. Kutekan penisku lebih dalam lagi, dia menggoyangkan pantatnya sambil menahan sakit. Terdengar suara kecroot, kecroot bila kutarik dan kumasukan penisku di lubang vaginanya, karena suara air kali ya.

Mbak Angel Karamoy semakin histeris, sambil memegang pinggiran Bath Tub dia goyangkan pinggulnya semakin cepat dan suara kecrat, kecroot semakin keras. Tak lama kemudian.

“Aduh say aku nggak tahan lagi ingin keluar..”.
“Aduh sayang.. terus..”

Mbak Angel Karamoy terkulai lemas dan vaginanya kurasakan semakin licin, sehingga pahaku basah oleh cairan vaginanya yang keluar sangat banyak. Sebenarnya aku juga sudah nggak tahan ingin keluar, apalagi mendengar desahan-desahan yang erotis pada saat Mbak Angel Karamoy akan orgasme.

“Aduh, sayang, aku kalah lagi nih, sudah mau orgasme!”

Cairan hangat terasa masih mengalir dari dalam vagina Mbak Angel Karamoy. Aku masih terus menggenjot vaginanya. Wajah Mbak Angel Karamoy terlihat pucat karena sudah keseringan orgasme. Melihat wajah cantik yang melemah itu, genjotanku dipercepat.

“Sayang, saya mau keluar nich..”
“Keluarkan di dalam aja sayang, kita keluarin bersamaan, Angel Karamoy juga mau keluar.”

Dan Akhirnya spermaku mendesir ke batang jakar dan aku mencapai orgasme yang diikuti pula dengan orgasme Mbak Angel Karamoy. Air maniku keluar dengan derasnya ke dalam vagina Mbak Angel Karamoy dan Mbak Angel Karamoy pun menikmatinya.

“Akhirnya saya berhasil membuatmu mencapai puncak kenikmatan sayang,” kata Mbak Angel Karamoy sambil memeluk dan menciumi bibirku. Terasa nikmat, licin, geli bercampur jadi satu menjadi sensasi yang membuatku ketagihan. Kami bertahan pada posisi itu sampai kami sama-sama melepaskan air mani kami.

“Lin.. emut penisku sayang” kataku lalu mencabut penisku dari vaginanya Mbak Angel Karamoy. Lalu Lina melumat 1/2 penisku hingga pejuhku habis keluar.
“Mhh.. ah.. enak sekali pejuhmu” katanya sambil mengocok ngocok penisku mencari sisa air pejuhku.
“Tapi sebentar lagi nagaku akan bangun lagi lho. Lihat, sudah mulai menggeliat!” kataku, menggoda.
“Hhhaah..?” Mbak Angel Karamoy dan Lina terkesiap bersamaan kompak.

Kemudian aku segera keluar dari bathtup mendekati Lina dan menyuruhnya membelakangiku. Dari belakang saya mengarahkan penisku ke vaginanya yang sudah basah lagi karena nafsu melihat saya dan Mbak Angel Karamoy.
Sleepp.. bless..

Aku langsung memasukkan penisku terburu buru, karena sempit waktu membuat kesakitan Lina.

“Aduuh pelan pelan dong Say.., Lina sakit nih” katanya agak merintih.
“Sorry Sayang aku terlalu nafsu nih” kataku lalu tanganku menyambar susunya yang menggelantung indah. Lalu aku mulai memaju-mundurkan pantatku sambil tanganku berpegangan pada susunya dan meremasnya.

“Shh.. ahh.. shh..” kata Lina setengah merintih kenikmatan.
“Lin.. vaginamu sempit.. nikmat Lin..” teriakku mengiringi kenikmatanku pada kemaluan kami. Sleep.. bles.. cplok.. cplok.. irama persetubuhan kami sungguh indah hingga aku ketagihan.

Kami melakukan posisi nungging itu lama sekali hingga kami sama-sama sampai hampir bersamaan.

“Shh.. ahh.. say, Lina sampai nih” katanya sambil kepalanya mendongak kebelakang.
“Iya Lina sayang, saya juga sampai nih, didalam yah say..” kataku lalu menghunjamkan penisku dalam dalam divagina Lina.

Seerr.. croot..croot kami keluar hampir bersamaan lalu aku mencabut penisku dari vagina Lina.
penisku terlihat basah dari air mani kami dan air kenikmatan Lina.

“Ugh.. say enak banget..” katanya.

Lalu kami duduk beristirahat ditepian sisi kamar mandi sambil menunggu sisa kenikmatan yang tadi kami lalui.

Pasti horny ya habis baca ini belum lagi baca cerita yang lainnya yang bikin kamu lemes. makanya ajakin temen temen kamu buat membaca di situs novelhot.co. Selain bacaannya seru dan selalu update terbaru, ada juga kisah seks bergambar terbaik sebelumnya yang tidak kalah menarik dengan cerita diatas yang dapat meningkatkan birahi mu berjudul Cerita Sex ABG Ngentot Bu Guru Di HutanCerita Dewasa Hot, Cerita Seks Bergambar, Cerita Mesum Ngentot.

Pencarian terkait:

  • foto sexs artis terbaru
  • cerota seks artis indo
  • cerita sex artis bergambar
  • cerita sex angel karamoy
  • cerita sek artis indo
  • cerita ngewek artis
  • cerita ngentot hot artis indonesia
  • cerita ngentot artis indo
  • cerita ngentot angel karamoyy
  • cerita ngentot angel
Itil Certification Service desk overview
Cerita Mesum Artis Angel Karamoy di Hotel
by : | 5