Cerita Mesum Minta Dikocok Pelajar SMU Berjilbab

Minggu, Agustus 27th, 2017 - Cerita Sex Jilbab, Cerita Sex Pelajar
Service Management

Kumpulan Novel Sex Hot kembali update cerpen cerita dewasa panas terbaru bergambar dengan judul Cerita Mesum Minta Dikocok Pelajar SMU Berjilbab. Situs bacaan seks khusus orang dewasa yang berisikan cerita-cerita seru terbaru lengkap dengan foto-foto hot untuk usia 18 tahun keatas (Plus) yang dapat menjadi peningkat nafsu birahi dan dijamin meningkatkan libido seks para pembaca Novel Hot, selamat menikmati.

Cerita Mesum Minta Dikocok Pelajar SMU Berjilbab

Cerita Mesum Minta Dikocok Pelajar SMU Berjilbab

Suatu siang aq sedang melintas di sebuah kawasan pemukiman untuk mengantarkan paket komputer pesanan pelangganku ke rumahnya. Saat itu aq baru saja melewati sebuah Sekolah Menengah Atas yang terletak di kawasan pemukiman tersebut dimana jam pelajaran baru saja usai. Nampak para pelajar sekolah itu sedang berjalan bergerombol keluar dari gerbang sekolah. Aq tdk begitu peduli saat itu yang ada dalam pikiranku hamyalah mencari alamat pelangganku.

Disaat aq sedang celingukan dari dalam mobilku mencari-cari alamat pelangganku, sekilas kulihat segrombolan siswi sekolah tersebut lengkap dengan seragam sekolah mereka yaitu jilbab putih membalut kepala mereka, seragam putih lengan panjang dan rok abu-abu panjang semata kaki sedang berjalan pulang sekolah. -cerita sex terbaru- Sebelumnya aq tdk terlalu mempedulikan mereka karena sibuk mencari rumah tujuanku. Sesaat aq memperlahan laju mobilku karena ada polisi tidur di depan.

Saat itulah rombongan pelajar putri berjilbab itu hampir berpapasan dengan kendaraanku. Terlihat betapa cerianya mereka berjalan bersama dengan bersenda gurau beramai-ramai diselingi tawa kecil karena candaan masing-masing. Namun dari serombongan siswi berjilbab itu ada sosok yang membetot perhatianku yaitu sosok remaja berjilbab yang berjalan sendirian dibelakang rombongan tersebut. Aq lihat dia sedang mencuri pandang ke arahku seraya tersenyum manis.

Dari tatapan mata serta senyuman yang menyungging di bibirnya itu bisa dibilang menggoda atau bisa jg disebut “nakal”. Akupun tersenyum seakan membalas sinyal yang dilontarkan siswi berjilbab itu. Lalu dengan seksama kuperhatikan sosok itu dari ujung kepala sampai kaki. Wajahnya yang lumayan cantik mengingatkanku kalau dia mirip-mirip penyanyi religi remaja Sulis. Apalagi kulit mukanya jg agak putih disertai pipi agak tembam kemerahan ciri khas wajah Sulis.

Tinggi gadis smu berjilbab itu kutaksir sekitar 160cm. yang bikin menelan ludah ialah bentuk buah dadanya yang kelihatan bulat membusung dari balik seragam putih lengan panjangnya. Walau tdk terlalu besar tp cukup proporsional. Lekuk pinggulnya yang aduhai kala ia melenggak-lenggok berjalan terbungkus agak ketat oleh rok abu-abu panjang yang dikenakannya.

Aq hentikan laju mobilku sambil terus menatap siswi berjilbab itu. Siswi berjilbab itupun tersenyum lebar tatkala melihat mobilku berhenti. Sambil menurunkan kaca jendela mobilku kuberi dia isyarat tangan agar mendatangiku. Dan tanpa disadari oleh kawan-kawannya yang terus berjalan sambil bersenda gurau, dia berjalan perlahan mendekatiku. Basa-basi kutanya alamat yang kucari padanya. Kebetulan gadis jilbab itu tahu alamat yang kucari. Tiba-tiba terdengar teriakan dari arah rombongan siswi berjilbab rekan-rekannya menanyakan identitas diriku.

Lalu siswi berjilbab itu memberi isyarat kepada teman-temannya untuk menunggu dirinya sebentar Kemudian kucoba membujuk dirinya agar ia mau mengantarku ke alamat yang kutuju dengan iming-iming akan memberikan imbalan yang cukup lumayan serta berjanji akan mengantarnya balik ke lokasi ini. Akupun minta padanya agar ia memberi tahu teman-temannya kalau aq ini kenalan orang tuanya yang kebetulan sedang lewat. Dia pun menyutujui usulanku seraya berjalan kearah rombongan teman-temannya td. Terlihat ia sedang berbicara seperti sedang menjelaskan sesuatu kepada rombongan itu. Beberapa menit kemudian iapun berpisah dengan rekan-rekannya itu. Sekilas mataq melirik saat ia hendak duduk dibangku sampingku.

Kulihat lekukan mulus pantatnya yang terlihat sekal tercetak dari balik rok abu-abu panjang yang dikenakannya. Memang model rok yang ia pakai itu seperti mengetat dari pinggang sampai kebagian pangkal paha namun kemudian agak melebar ke bawah. Saat ia duduk kusempatkan pula melirik bentuk paha siswi berjilbab ini dan nampaknya ia seperti sengaja menarik-narik roknya itu seakan ingin terlihat lebih ketat lagi hingga memperlihatkan bentuk pahanya yang aduhai. Belum lagi tatkala kulihat tonjolan tetek yang cukup proporsional itu menyembul dari balik hem putih OSIS lengan panjangnya.

Oh, betapa birahi di dalam diriku sontak mendidih dan tanpa disuruh sang penis pun perlahan berdiri tegak menonjol dari balik celanaq. Ekor mata siswi berjilbab itu sempat mengerling kearah tonjolan di celanaq ini.

“Wah kayanya ada peluang nih”, pikirku.

Selesai mengirim barang ke pelanggan, akupun meluncur bersama gadis berjilbab itu. Lalu basa-basi kuajak ia ngobrol tentang latar belakang dirinya. Namanya Dewi Lestari anak ke 5 dari 6 bersaudari. Yah, ternyata kakak dan adiknya ternyata perempuan semua. Bapaknya ternyata hanya pegawai kecil disebuah instansi pemda, sedang ibunya membantu perekonomian keluarganya dengan membuka warung di rumahnya. Dari situ aq tahu kalau dia berasal dari keluarga pas-pasan.

Dan dari cerita yang mengalir dari mulutnya jg aq tahu kalau dia terdengar seperti mengeluh dengan keadaannya sekaligus iri dengan kondisi kawan-kawan sekolahnya yang terlihat lebih mapan. Dewi Lestari jg bertutur kalau sebenarnya ia bersekolah di Madrasah Dewi itu karena kemampuan orang tuanya yang pas-pasan. Sebenarnya ia inginnya bersekolah di SMA negeri favorit pilihannya. Jadi jilbab yang ia kenakan itupun lebih karena peraturan wajib Madrasah. Gaya bicaranya yang terdengar agak genit, sedikit kasar dan serba ceplas-ceplos seakan mengisyaratkan kalau rasanya tdk akan sulit bagi niatku untuk menaklukan siswi berjilbab ini.

Aq bertaruh kalau di lingkungan sekolahnya Dewi pasti lebih menahan diri untuk tdk bertingkah dan berbicara layaknya sekarang di dalam mobilku ini. Beberapa saat kemudian kuajak siswi berjilbab itu makan siang disebuah mall. Sembari menyantap hidangan iseng-iseng kutanya Dewi bagaimana reaksi orang tuanya kalau sampai tahu dia telat pulang dari sekolah. Ternyata dengan ketus ia menjawab orang tuanya tdk bakalan bertanya macam-macam. Apalagi pulang telat sudah menjadi hal biasa baginya yang sering mampir ke rumah teman dan seringkali menginap.

Sepertinya orang tua siswi berjilbab ini sudah bosan menegur. Betapa girangnya diriku mendengar penuturannya. Karena kesempatan untuk menjadikannya sebagai pemuas birahiku ini semakin terbuka lebar. Selepas makan siang itu, aq mengajaknya pergi jalan ke sebuah taman rekreasi dan ternyata Dewi menyetujuinya. Dalam perjalanan aq coba-coba memulai niatanku ini dengan sengaja memegang tangannya dan sepertinya gadis manis berjilbab ini membiarkannya. Tdk ada tanda penolakan darinya, kulanjutkan dengan mendaratkan tangan kiriku di atas pahanya. Perlahan dengan lembut kuusap-usap pahanya dari luar rok abu-abu panjangnya namun sekali lagi ia seperti membiarkan tindakanku.

Hatiku bersorak kegirangan kala melihat gadis berjilbab ini bakal dengan mudah kunikmati. Setibanya di taman rekreasi itu, kuparkirkan mobilku agak memojok dan jauh dari mobil-nobil lain yang parkir. Kemudian aq memberitahunya bahwa aq akan memenuhi janjiku untuk memberi imbalan sejumlah uang sebagai ganjaran membantuku mencari rumah pelangganku td. Tak lupa diujung janjiku td aq memberi syarat jika dia menginginkan ganjaran tersebut. Dewi terlihat sangat gembira karena membayangkan hadiah uang yang sudah didepan dimata.

Gadis berjilbab ini menyatakan kalau dia tdk akan mempermasalahkan dengan syarat apapun yang kuminta, yang terpenting hadiah uang itu. Hmm, betapa senangnya diriku tatkala bayangan untuk menyetubuhi siswi berjilbab ini sedikit lagi akan terlaksana. Kemudian kuberitahu bahwa aq akan menyerahkan uang itu manakala aq bisa bebas mencium bibirnya. Dewi hanya diam tdk menjawab namun jg tdk kelihatan terkejut. Malah sesaat berikutnya dia hanya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan keinginanku.

Tanpa buang-buang waktu, aq pun merapat ketubuhnya dan mengecup mesra bibirnya. Dewi bereaksi membuka bibirnya sedikit seraya memejamkan mata. Kulumat bibir itu dan mulai memainkan lidahku ke dalam mulutnya.

“Emmhh…mmhh”, desah siswi berjilbab ini seakan menikmati ciuman dan kuluman bibirku.

Tanganku pun tdk ketinggalan bergerilya meraba-raba setiap sudut tubuhnya. Menyadari Dewi sepertinya dengan sukarela menyerahkan tubuhnya kepadaku tanpa halangan, perlahan kubuka kancing seragam putih lengan panjangnya satu persatu hingga terbuka semua. Sekarang sepasang tetek ranum kira-kira berukuran 33 nampak terpampang dengan bra berwarna putih krem menutupinya. Kusingkap bra itu ke atas dan mulai meremas dan memilin susu kembar milik Dewi. Tangan kiri siswi berjilbab ini spontan memegangi tangan kananku yang sedang bermain di teteknya.

Sedangkan tangan kanannya dilingkarkan di leherku Puas melumat bibirnya mulutku turun ke dadanya mengecup, melumat, menghisap serta menggigit-git kecil kedua teteknya.

“Emmhhh..ssshh”, desah Dewi semakin kencang.

Wajahnya yang mirip penyanyi religi Sulis itu lengkap dengan jilbab putihnya menengadah ke atas dengan mata sayu. Nampaknya gadis berjilbab ini mulai menikmati gairah permainan ini. Aq benar-benar terangsang karena permainan ini, lalu kukeluarkan penisku yang sudah menegang dari td celah resleting celana yang kubuka. Kuletakkan telapak tangan siswi berjilbab ini di atas penisku yang mulai mengeras itu. Seakan sudah tahu apa yang harus dilaqkannya tanpa melihat, dipegangnya penisku dan mulai mengocoknya naik turun dengan lembut. Oh, terasa sungguh nikmat tatkala telapak tangan halus itu memainkan penisku.

“Deewiiii..sshh..ccup…cpak…”, desah mulutku nikmat sembari terus memainkan tetek nan kenyal milik Dewi.

Dan siswi berjilbab itu pun jg terdengar balas mendesah dengan muka yang tetap menengadah ke atas seraya terus memainkan kocokan lembut tangannya dipenisku. Kuhentikan sejenak aksi ini lalu aq kembali mengecup bibirnya dan menggeser pantatku untuk duduk di kursi dimana Dewi berada. dengan posisi duduk kami berdua yang menyamping berhadap-hadapan membuat penisku kini menempel persis di atas pahanya. Kemudian kulepaskan kecupanku sambil sejenak ingin melihat langsung aksi menggairahkan selanjutnya dengan mataq sendiri.

Rasanya sungguh nikmat tdk terkira akan aq rasakan apabila aq bisa melihat tangannya yang lembut itu mengocok-ngocok penisku. Terlebih lagi kalau dilaqkan di atas pahanya yang masih terbungkus rok abu-abu panjang semata kaki itu. Kemudian aq berkata kepadanya bahwa hari ini aq benar-benar seperti sedang berada di surga karena saat ini dihadapanku ada siswi berjilbab sekolah menengah yang masih lengkap dengan seragam putih abu-abunya sedang mengocok-ngocok lembut penisku.

Dewi hanya tersenyum menatapku dengan tatapan sayu sambil terus mengocok penisku turun naik. Nafas gadis berjilbab itu jg semakin naik turun tdk teratur. Genggaman tangannya jg semakin erat mengocok penisku yang keras dan berurat itu. Makin lama kocokan siswi berjilbab ini makin cepat. Aq yang sudah semakin hampir klimaks itu memberitahunya agar lebih cepat lagi memainkannya. Gadis jilbab itupun semakin mempercepat gerakan tangannya naik turun seraya memintaq memuncratkan air maniku secepat mungkin dengan suaranya yang tercekat-cekat akibat nafasnya yang makin memburu cepat.

“Dewiii…aakkuuuuu…keellluuarrrr…crott”, teriakku tertahan kala mencapai klimaks seraya memuncratkan air maniku.

Berdenyut-denyut rasanya penisku di dalam genggamannya. Begitu deras spermaq mengalir keluar dari penisku hingga muncrat di atas pahanya membasahi kain abu-abu panjang rok sekolah yang dipakainya. Tangannya tak henti-hentinya mengocok batangku bagaikan memerah seekor api hingga tiada lagi air mani yang menetes. Spermaq yang membasahi tangannya di lap sekalian dipahanya.

Kemudian aq memberinya sejumlah uang seperti yang kujanjikan pada siswi berjilbab itu. Setelah merapikan pakaian masing-masing, aq mengantarnya pulang dan memberinya nomor telepon selulerku untuk dihubungi. dengan tersenyum nakal menyungging di bibirnya, Dewi Lestari menyambar nomor teleponku seraya turun dari mobil. Tak lupa kutepuk gemas pantatnya yang montok itu.

Pasti horny ya habis baca ini belum lagi baca cerita yang lainnya yang bikin kamu lemes. Selain bacaannya seru ceritanya akan selalu di update terbaru setiap hari. makanya ajakin temen kamu buat membaca di situs novelhot.co.  baca juga kisah sex terbaik sebelumnya yang tidak kalah menarik dengan cerita diatas yang dapat meningkatkan birahi mu berjudul Ngentot Bareng Tante Tante Teman Ibu TirikuCerita Dewasa Hot, Cerita Seks Bergambar, Cerita Mesum Ngentot.

Pencarian terkait:

  • cerita sex pelajar berjilbab
  • cersex pelajar cadar
  • Cersex penisku di kocok anak sekolah
  • cerita sex dikocok
Itil Certification Service desk overview
Cerita Mesum Minta Dikocok Pelajar SMU Berjilbab
by : | 5