Cerita Ngentot 3 Pembantu Binal Seksi

Selasa, Mei 9th, 2017 - Cerita Sex Pembantu
Service Management

Kumpulan Novel Cerita Sex Hot kembali update cerpen cerita dewasa panas terbaru bergambar dengan judul Cerita Ngentot 3 Pembantu Binal Seksi. Situs bacaan seks khusus orang dewasa yang berisikan cerita-cerita seru terbaru lengkap dengan foto-foto hot untuk usia 18 tahun keatas (Plus) yang dapat menjadi nafsu peningkat birahi dan dijamin meningkatkan libido seks para pembaca Novel Dewasa, selamat menikmati.

Cerita Ngentot 3 Pembantu Binal Seksi

Cerita Ngentot 3 Pembantu Binal Seksi

Di sebuah rumah di kota P, terdapat laki-laki muda yang masih single. Pria tersebut bernama Ramon (samaran). Perawakannya ganteng dan berbody atletis, berkulit putih dan memiliki batang kemaluan yang besar dan panjang, dengan panjang 18 cm dan diameter 5 cm. Dia mempunyai libido sex yang tinggi, tidak jarang melakukan onani sampai setiap hari jika sedang bernafsu. Di rumahnya dia ditemani 3 orang pembatu yang masih muda dan seksi.

Ngentot 3 pembantu binal – Pembantunya semua wanita, yang pertama (dari umur), Mirna asal Malang, umurnya 25 tahun, sudah menikah (suaminya tetap di Malang) dan mempunyai dua orang anak. Walau sudah menikah, tubuhnya masih bagus, body seksi dan kulitnya putih susu. Payudaranya masih kencang, berisi, dan montok dengan ukuran 36B.

Lubang kemaluannya masih rapat walau sudah pernah melahirkan 2 anak. Kedua, Marni asal Lumajang, status janda tanpa anak (cerai), umur 19 tahun, tubuhnya tinggi sekitar 175 cm. Bodynya seksi, payudaranya berukuran 36B juga tapi sudah menggantung, alat vitalnya bagus dan sedikit sudah longgar, tapi masih enak, rapih karena bulu kemaluannya dicukur habis. Ketiga, Parni asal Jember, umur 16 tahun belum menikah tapi sudah tidak perawan lagi, tubuhnya biasa dibandingkan dengan yang lain, tetapi sangat menggairahkan. Payudaranya besar berukuran 39A, kulitnya putih dan liang senggamanya masih sempit (baru satu kali melakukan hubungan sex).

Hari kamis Ramon pulang kerja lebih awal, tetapi dia sampai di rumahnya baru sore hari, karena dia tadi bersama temannya nonton film biru dulu di kantornya (ruangannya). Setelah sampai di rumah, Ramon ingin langsung masuk kamar untuk melepaskan nafsunya yang terbendung dengan melakukan onani. Tetapi ketika hendak masuk kamar, Ramon melihat pembantu-pembatunya bersenda gurau dengan menggenakan baju yang seksi, dengan hanya memakai rok mini dan atasannya “you can see”. Dia memperhatikan senda gurau pembantunya yang bercanda dengan memegang payudara temannya. Otak Ramon cepat berpikir kotor, apalagi sudah dari tadi dia sedang bernafsu.

Ramon berjalan mendekati pembantunya yang berada di taman belakang, dia mengendap-ngendap mendekati Marni yang paling dekat dan membelakangiinya. Setelah dekat, dipeluk tubuh Marni yang berdiri dan langsung bibirnya bergerilya di leher Marni.“Tuann.. lepaskan Tuan, saya pembantu Tuan..” katanya.Tapi Ramon tetap acuh saja dan terus menciumi leher bagian belakang milik Marni, sedangkan yang lain hanya diam saja ketakutan.“Aug..!” desah Marni saat Ramon mulai meremas payudara miliknya.“Kamu semua harus melayaniku, aku sedang ingin bercinta..!” kata Ramon seraya melepaskan pelukannya tapi tidak melepaskan genggamannya di tangan Marni.“Tappii.. Tuuan..” jawab mereka ketakutan.“Tidak ada tapi-tapian..” jawab Ramon sambil kembali memeluk Marni dan mulai menciumnya.“Augghh..” desah Marni saat tangan Ramon menyelinap ke selangkangannya dengan mereka tetap berciuman, sementara Parni dan Mirna hanya melihatnya tanpa berkedip (mungkin sudah terangsang), tangannya pun mulai masuk ke dalam roknya masing-masing.
Ciuman Ramon mulai turun ke arah payudara milik Marni, dikecupnya payudara Marni walau masih tebungkus BH dan kaosnya, sedangkan tangan Ramon meremas-remas susunya yang kiri dan tangannya yang satunya sudah berhasil melewati CD-nya.“Augh..” desah Marni.Dibuka bajunya dan BH-nya, “Wau besar juga susumu Mar..” kata Ramon sambil tangannya memainkan susu Marni dan memelintir puting susunya.“Ah, Tuaan bisaa aja, ayo dong nyusu duluu.. augh..!” jawab Marni sambil mendorong kepala Ramon higga susunya langsung tertelan mulut Ramon.“Augghh..” desah Marni merintih kenikmatan, sedang tangannya Marni masuk ke celana Ramon dan langsung mengocok batang kejantanan Ramon.
Dijilat dan dihisap payudara Marni, tangannya meremas serta mempermainkan puting susunya, kadang digigit dan disedot payudara Marni.“Auughh..!” Marni berteriak kencang saat susunya disedot habis dan tangan Ramon masuk ke liang senggamanya.Ciuman Ramon turun setelah puas menyusu pada Marni, dijilatnya perut Marni dan membuka roknya. Setelah terbuka, terlihat paha putih dan liang senggamanya yang telah basah yang sangat membuat nasfu Ramon bertambah. Sedangkan Mirna dan Parni sudah telanjang bulat dan melakukan masturbasi sendiri sambil melihat tuannya bercinta dengan temannya.
Diciuminya bibir kemaluan Marni yang masih terbungkus CD.“Augghh..” desah Marni tidak kuat.Karena tidak kuat lagi, Marni mendorong kepala Ramon dan langsung menurunkan CD-nya, setelah itu didorong masuk kepala Ramon ke liang senggamanya.“Auughh.. ughh..” desah Ramon saat lidah Ramon menjilati bibir kemaluannya.Lidah Ramon semakin liar saja, dimasukkan lidahnya ke liang itu dan dijilati semua dinding kemaluan itu tanpa ada sedikitpun yang terlewati. Klitorisnya pun tidak ketinggalan digigit dan dijilati.
“Aauugghh.. aagghh..!” desah Marni.Lidah Ramon terus menjilati bagian dalam vagina Marni. Marni mulai mengejang bagai tersambar petir jilatan lidah Ramon. Tangannya mulai menjabak rambut Ramon, tapi Ramon tidak marah dan sebaliknya malah mempercepat jilatan lidahnya.“Aagghh.. aku mau keeluu.. uuaarr.. Tuua.. an..” rintih Marni.Dijilati terus Marni dengan lidahnya, dan akhirnya, “Croott.. crroott..!” cairan kental, panas, dan asin keluar dengan deras di lidah Ramon, dijilati cairan itu dan ditelan Ramon.
Setelah itu Ramon berjalan ke arah Parni yang sedang tiduran dan masturbasi. Ditidurinya langsung tubuh Marni, dicium payudaranya yang sudah mengeras. Dijilat dan digigit puting susu Parni dan Parni hanya mendesah saja, tapi tangannya masih di dalam liang kemaluannya. Sedangkan Marni masih menjilati tangannya yang habis membersihkan ciran yang keluar dari lubang senggamanya. Tangan Ramon bergerak turun membelai semua sudut pahanya dan jilatannya mulai turun dari payudara Parni.
Setelah puas menjilati bagian bawah dari payudara Parni (perut dan sekitarnya), Ramon mulai memasukkan lidahnya ke liang kemaluan Parni yang sudah banjir.“Aaugghh..!” desah Parni ketika lidah Ramon menjilati dinding kemaluannya.Tangan Parni meremas susunya sendiri menahan geli dan nikmat, dipelintir-pelintir sendiri puting susunya. Lidah Ramon ditarik keluar dan digantikan tangannya, langsung masuk tiga jari sekaligus dan mulutnya beraksi lagi di susu Parni.“Auugghh.. aagghh.. ugghh.. ugh..!” desah Parni yang bergerak ke kanan ke kiri, menahan nikmat yang luar biasa.
“Aagghh.. Parni.., mau.. kee.. luar Tuaa.. ann..!” teriak Parni sambil memasukkan tangannya ke liang senggamanya.Dengan maksud membantu mempercepat keluar karena Ramon mengetahui Parni mau keluar, tangan Ramon diganti dengan lidahnya dan tangannya memelintir serta meremas payudara Parni.“Aaaghh.. Parni.. keluu.. uarr..! Croott.. ccrroott..!” cairan panas membasahi lagi lidah Ramon dan langsung Ramon bersihkan serta menelannya (prinsip Ramon menelan cairan dari kemaluan wanita adalah dapat membuat awet muda). Parni lemas sekitika, dia hanya meremas pelan buah dadanya, dan Ramon mengecup bibir Parni.
Kemudian Ramon bergerak ke Mirna yang sedang berciuman dengan Marni temannya. Kaki Mirna sudah terbuka lebar dan terlihat lubang kemaluannya yang merah menyala, memperlihatkan banjir oleh cairan kental. Tangan Mirna terus meremas-remas payudara Marni dan demikian sebaliknya. Karena sudah terbuka kaki Mirna, maka Ramon berlutut dan langsung menancapkan lidahnya ke liang milik Mirna.“Agghh..!” desah Mirna saat lidah Ramon sudah menjilati liangnya dan juga menghisap klitorisnya.Mirna dan Marni terus berciuman, sedangkan Parni melakukan masturbasi lagi.
Ramon terus menjilati dan memasukkan tanganya ke kemaluan Mirna, dijilat dan dihisap terus sampai Mirna berhenti berciuman dan mengejang. Tubuhnya bergerak ke kanan dan ke kiri. Tangan Marni meremas susu Mirna, dan mulutnya menjilati susunya yang sebelah lagi, sedangkan tangannya masuk ke kemaluannya sendiri sambil dimaju-mundurkan.“Aagh.. uugghh.. saya mau.. keluar Tuu.. ann..!” jerit Mirna, dan Ramon masih terus menjilati dengan cepat dan terus bertambah cepat.“Ccrrott.. ccrroott..!” keluar cairan panas membasahi lidah dan wajah Ramon lagi, dan seperti sebelumnya, dijilati dan ditelan cairan yang keluar dari kemaluan Mirna.
Setelah selesai menjilati kemaluan Mirna, Ramon menarik tangan Marni dan menyuruhnya berposisi nungging atau doggy style. Dipukul pantat Marni dengan batang kejantanannya dan tangannya meremas susu Marni agar membangkitkan rangsangan lagi. Setelah terlihat merekah lubang kemaluan Marni, batang keperkasaan Ramon pun langsung ditancapkan ke vagina Marni.“Aaagghh..!” desah Marni saat batang kejantanan Ramon masuk semua ke lubang senggamanya.Ramon pun mulai memompa secara teratur dan stabil, diselingi hentakan-hentakan yang tiba-tiba,”Aaagghh..!” desah Marni.
Ramon terus memompa dan sekarang mulai bertambah cepat, karena melihat Marni yang kepalanya mendangak ke atas dan berteriak semakin keras mengucapkan kata-kata kotor.“Agghh.. Tuan, rudal Tuan ennakk banget.. Saya mau keluar Tuu.. an..!” teriak Marni yang malah mempercepat sodokan Ramon ke liang senggamanya.
“Aagh.. saya keluu.. arr..!” tubuh Marni mengejang dan cairan keluar membasahi batang kemaluan Ramon, terasa panas cairan tersebut.Dan setelah selesai, Ramon mencium punggung Marni dan berkata, “Liang kamu juga enak, kapan-kapan layani tuan lagi ya..?”Marni hanya diam berbaring di rumput dan tangannya meremas susunya sendiri.
Ramon merangkak ke arah Parni yang duduk dan sedang masturbasi sendiri, sedangkan Mirna sedang menikmati jilatan lidah Marni yang bangun lagi ke kemaluannya. Diacungkan batang keperkasaan Ramon ke arah Parni dan disuruh memasukkan ke mulutnya. Parni langsung menyambar batang kemaluan tuannya dan mulai menjilati serta memasukkan ke mulutnya.“Aagghh..!” desah Ramon, “Kamu hebat juga ya kalau ngemut beginian..!” kata Ramon memuji hisapan pembantunya.Parni memang ahli, dia menjilat dari ujung sampai ke buah zakar tuannya, kadang dimasukkan semua batang tuannya ke mulutnya dan disedot serta dimaju-mundurkan mulutnya. Setelah puas dengan kepunyaan tuannya, Parni meminta tuannya memasukkan keperkasaannya ke lubang kenikmatannya. Ramon berbaring di rumput dan menyuruh Parni berada di atasnya. Parni menuntun batang kejantanan tuannya ke liangnya dalam posisi dia duduk di atas tuannya.
“Aggh..!” desah Ramon dan Parni saat kejantanan Ramon masuk ke liang Parni.Ramon mendorong pinggulnya untuk menekan kemaluannya masuk dan Parni menggoyangkan pinggangnya agar batang tuannya bisa maraba semua bagian dalam vaginanya. Naik turun dan bergoyang memutar Parni untuk mengimbangi sodokan liar tuannya. Tangan Ramon pun meremas susu Parni yang bergoyang mengikuti gerakan Parni.“Agghh.. uuggkkhh..!” desah Parni.
Parni pun terus berteriak mengeluarkan kata-kata kotor dan mendesah ketika dia merasa sudah mau keluar.“Aaghh.. ruu.. dall.. Tuan.. enak, saya.. mau.. keluarr..! Enakk..!”Ramon mempercepat gerakannya dan demikian juga Parni.“Croott.. croott..” keluar cairan panas yang kali ini lebih panas dari milik Marni ke batang kemaluan Ramon.“Kamu hebat Parni..” kata Ramon sambil mengecup susu Parni.“Aghh.. Tuan juga hebat, kontol Tuan enak..!”
Ramon menarik Mirna yang menjilati bibir kemaluan Marni dan digantikan Parni. Setelah mengistirahatkan kemaluannya, Ramon menyuruh Marni menjilati dan menyedot rudalnya agar berdiri kembali. Dan setelah berdiri, maka Ramon memasukkan batang kejantanannya ke lubang kenikmatan Mirna dalam posisi tiduran (Mirna di bawah dan Ramon di atas menindih).“Agghh..!” desah Marni saat batang kemaluan tuannya baru masuk setengah.“Rapet banget lubangmu Mir..!” kata Ramon ketika agak kesulitan memasukkan seluruh batang kemaluannya.Dihentakkan dan disodok rudal Ramon ke pembatunya, dan secara spontan Mirna berteriak merintih kesakitan karena milik tuannya terlalu besar dan dimasukkan secara paksa.
“Aaghh.. iighh..!” teriak Mirna.Ramon mendiamkan sebentar rudalnya yang telah masuk ke kemaluan Mirna. Setelah itu mulai dipompa pelan dan semakin lama semakin cepat.“Aghh.. uugghh.. koonn.. tooll Tuaann.. enakk..!” teriak Mirna saat sodokan Ramon mulai tambah cepat dan mulut tuannya menghisap susunya.Ramon terus menghisap dan memompa cepat rudalnya, dan Mirna mulai bergerak ke kiri ke kanan dan kemaluannya secara spontan mulai menjepit rudal tuannya yang berada di dalam sarangnya.
“Aaaghh, sayaa.. keluarr.. uughh.. ughh..!” Mirna menjerit kencang tidak beraturan karena nafasnya mulai kehabisan menahan kenikmatan sodokan batang rudal tuannya.Akhirnya, “Crroott.. ccrroott..!” keluarlah cairan panas ke kemaluan Ramon, dan cairannya sangat banyak hingga keluar mengalir dari liang senggamanya.“Boleh juga memek kamu dan susu kamu, nanti malam ke kamarku..!” kata Ramon setelah mengecup bibir kemaluan Mirna yang sudah banjir dan masih mengeluarkan cairan.“Ah Tuan bisa aja, memang saya hebat..? Nanti malam saya akan jadi pembatu sexx tuan, dan saya berikan layanan super special dari memek saya ini, Tuan..”

Karena masih berdiri tegak dan masih belum ejakulasi, maka Ramon menyuruh pembantunya bertiga untuk menghisap dan menjilat kemaluannya sampai mengeluarkan sperma. Marni, Parni dan Mirna berebutan menghisap dan memasukkan batang kemaluan tuannya ke mulut mereka. Ramon sudah merasa mau keluar dan ditariknya kemaluannya sambil mulai mengocok dengan cepat di hadapan wajah pembantu-pembantunya.“Aaaghh..!” desah Ramon saat dia mengeluarkan beban sex-nya yang ada di alat vitalnya.Semburan sperma tadi mengenai wajah Mirna, Parni dan Marni. Karena sperma yang dikeluarkan sangat banyak, maka sampai mengalir ke susu mereka bertiga. Ramon menyuruh Parni membersihkan sisa sperma di batang kejantanannya dengan mulut Parni, sedangkan Parni membersihkan kemaluan tuannya. Yang lainnya menjilati dan menelan sperma yang mengalir dan menempel di mulut, wajah, dan susu mereka masing-masing.

Setelah selesai, Ramon berkata, “Kalian semua hebat dan terima kasih atas pelayanan kalian. Kalian akan mendapatkan bonusku setiap akhir minggu atau semau kalian atau saya. Dan Mirna, jangan lupa nanti malam..!”Ramon berrjalan mengambil pakaiannya dan masuk ke dalam untuk mandi.“Terimah kasih Tuan telah memuaskan kami, dan kami akan mengambil bonus Tuan.” jawab pembantu Ramon ketika melihat tuannya masuk ke rumah.Mereka bertiga saling mencumbu, dan setelah itu masuk dan mandi bertiga.

Demikianlah pengalaman sex Ramon dan pembantunya yang masih berlangsung sampai sekarang, walaupun Ramon sekarang sudah mempunyai istri dan dua orang anak laki-laki. Mungkin anak laki-lakinya meneruskan perilaku ayahnya.

Pasti horny ya habis baca kisah ini, belum lagi baca cerita yang lainnya yang bikin kamu lemes. makanya ajakin temen temen kamu buat share dan bookmark situs novelhot.co. Selain bacaannya seru dan selalu update novel sex terbaru, ada juga cerita seks bergambar terbaik sebelumnya yang tidak kalah menarik dengan cerita diatas yang dapat meningkatkan birahi mu berjudul Cerita Sex Pelajar Mesum di Kosan CewekCerita Dewasa Hot, Cerita Seks Bergambar, Cerita Mesum Ngentot.

Pencarian terkait:

  • cerita sex pembantu binal
  • cerita ngentot pembantu binal
  • cerita sex dengan 2 pembantu binal
  • cerita ngentot 3 pembantu
  • birahi pembantuku yg binal
  • ngentot dg 3 pembantuku
  • cerita sex pembantu 3
  • Ngentot 3 pembantu
  • cerita hot binal
  • cerpen hot binal
Itil Certification Service desk overview
Cerita Ngentot 3 Pembantu Binal Seksi
by : | 5