Cerita Nikmat Terangsang Puting Payudara Rina

Sabtu, Juli 29th, 2017 - Cerita Sex Hyper
Service Management

Kumpulan Novel Cerita Sex Hot kembali update cerpen cerita dewasa panas terbaru bergambar dengan judul Cerita Nikmat Terangsang Puting Payudara Rina. Situs bacaan seks khusus orang dewasa yang berisikan cerita-cerita seru terbaru lengkap dengan foto-foto hot untuk usia 18 tahun keatas (Plus) yang dapat menjadi peningkat nafsu birahi dan dijamin meningkatkan libido seks para pembaca Novel Hot, selamat menikmati.

Cerita Nikmat Terangsang Puting Payudara Rina

Cerita Nikmat Terangsang Puting Payudara Rina

Ini kisah pertama kaliku ML di kereta api. Saat liburan kuliah aku balik ke Jakarta. Untuk bepergian aku lebih memilih naik kereta bisnis karena dekat dengan rumah, kalau naik pesawat malas karena lama dalam perjalanan ke rumah. Karena diminta cepat sampai ke rumah aku naik kereta Taksaka malam.

Tak kusangka aku duduk bersebelahan dengan seorang wanita, menarik pula. Tingginya sekitar 160-170 cm, tubuhnya ramping, sexy, kulitnya putih, rambut lurus sepunggung, dan wajahnya seperti orang Manado. Dia datang duluan, sedang aku datang 5 menit sebelum kereta berangkat. Aku ambil kursi di wilayah tengah. Perlahan aku merapikan barang bawaanku.

Setelah selesai aku duduk dan sesaat kemudian aku berkenalan dengan wanita itu. Aku memperkenalkan namaku terlebih dahulu, sedang dia mengaku bernama Rina dengan suara dan tangannya yang lembut. Rina berpakaian sexy menurutku, bawahannya rok jeans 15 cm di atas lutut, atasannya tank top pink dan cardigan putih. Sexy sekali, tank topnya menutupi payudaranya yang bulat, kira-kira ukuran 32B. Ini ukuran favoritku. Rina memiliki aroma tubuh yang menggoda malam itu.

Kami mulai mengobrol tanpa memperhatikan kereta yang telah melaju kencang. Rina adalah seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta dan baru kuliah dua semester. Kami pun bertukar nomor HP kami. Dia pulang karena belum punya teman banyak di Yogya, dan teman-temannya pulang kampung semua. Rina suka dengan suasana di Yogya yang relatif tenang.

Di tengah pembicaraan, aku baru sadar kalau kedua puting payudara Rina menonjol, rupanya Rina tak memakai bra. Terus terang aku mulai terangsang, membayangkan payudaranya yang OK banget walau tak memakai bra. Ketika kutanya soal cowok, rupanya Rina sudah tak punya cukup lama. Terakhir dia berpacaran, cowoknya menduakan dia hingga Rina trauma, karena dia sungguh menyayangi cowoknya itu. Aku menyayangkan hal itu terjadi, lalu kuberanikan diri menanyakan soal kelanjutannya setelah itu, apakah dia menjadi lesbian. Ternyata Rina memang sempat menjadi lesbian beberapa saat setelah dia putus dan saat itu pula dia merasakan rangsangan seksual pada vaginanya untuk pertama kali dengan dimasuki jari oleh wanita pasangannya.

Pernyataannya sungguh mengejutkanku. Kutanya dia bagaimana hal itu bisa terjadi. Ternyata Rina tak keberatan menceritakannya dengan syarat aku akan merahasiakannya. Tentu saja ini akan kurahasiakan karena terus terang, aku suka padanya.

Ketika itu Rina berpacaran dengan cowoknya sudah 2 tahun. Pada tahun kedua, Rina penasaran dengan sikap cowoknya yang berubah. Akhirnya dia tahu kalau dia diduakan. Menurut Rina dia sudah memberikan segala perhatian pada cowoknya, bahkan setiap minggu mereka selalu petting di kamarnya. Ketika Rina tahu dia diduakan, Rina memutuskan pacarnya. Untuk menghilangkan rasa kesalnya, beberapa hari setelah itu Rina dugem bersama seorang teman wanitanya hingga tanpa disadari mereka mulai terpengaruh alkohol.

Rina pulang ke rumah dan temannya menginap. Sesaat setelah masuk kamar, Rina langsung menanggalkan pakaian dan branya lalu memakai piyama. Demikian pula dengan temannya yang bernama Erika. Rina curhat kepada temannya itu. Tanpa disadarinya, Rina terangsang sebab temannya mengelus-elus putingnya sambil mendengarkannya curhat. Rina membalas dengan meremas-remas payudara temannya yang lebih besar daripada miliknya, yang menurutnya berukuran 34A sedang miliknya hanya 32B.

Wow rupanya pas dengan perkiraanku, maklum pengalaman bertahun-tahun, batinku.

Perlahan tapi pasti mereka saling berciuman dan saling mengelus-elus puting lawannya. Rina melucuti CD temannya demikian pula sebaliknya, menurutnya pussy temannya gundul sedangkan miliknya rambutnya jarang tak terlalu lebat jadi tak dicukur.

Vagina mereka telah basah, lalu mereka melakukan posisi 69 dengan Erika di atas. Rina menjilati vagina temannya seperti yang dia rasakan saat cowoknya dulu menjilati miliknya. Erika pun tak mau kalah. Mereka berdua mendesah keenakan, sesaat kemudian Rina menjerit kesakitan saat Erika menusukkan jari tengahnya perlahan ke dalam vagina Rina yang masih perawan. Erika perlahan menusukkan jarinya masuk dan perlahan pula Rina merasakan keenakan dan menikmati gerakan jari Erika.

Vaginanya berdarah sedikit, tapi sensasi ini belum pernah Rina rasakan sebelumnya, katanya sungguh nikmat dan membuatnya melayang. Karena keenakan, Rina mengelus-elus putingnya sendiri sambil mendesah-desah keenakan dan Erika sudah berjongkok di depan vagina Rina, menjilati vagina dan menusuk-nusukkan jarinya. Ketika vaginanya berdenyut kencang Rina menjepit kepala temannya dan menekannya ke vagina. Sesudah itu, Rina tidur bersama Erika.

Setelah menceritakan pengalamannya Rina menitikkan air mata, rupanya hal ini mengingatkannya kembali akan kenangan buruknya. Kuberanikan diri untuk menghibur dengan memeluknya, setelah mengangkat sandaran tangan. Rina menangis di dadakku, kuelus-elus rambutnya untuk melegakan hatinya. Tanpa kusadari aku terangsang oleh aroma tubuh Rina yang sungguh menggoda.

Rina mulai tenang. Kuelus-elus pipinya yang mulus. Karena suasana sekitar sudah mulai sepi, kuberanikan diri untuk memeluknya dengan seizin Rina. Rina mengizinkanku, dan kupeluk dia menghadap jendela kereta, yang tertutupi kerai. Kucoba menghiburnya dengan mengatakan bahwa dirinya sungguh cantik, kubisikan di telinganya dan tanganku mengelus-elus perutnya yang rata. Aroma tubuh Rina makin membuatku terangsang, dan kukatakan padanya bahwa aku saat ini terangsang oleh aroma dan keindahan tubuhnya sambil tanganku perlahan meremas-remas payudara dan mengelus-elus putingnya. Lalu kami beradu mata.

Rina lalu memejamkan matanya, ini tanda bagiku bahwa dia ingin kucium. Kuberanikan diriku mencium bibirnya sambil kedua tanganku mengelus-elus putingnya yang mulai mengeras, lalu lidah kami pun beradu. Sesaat kemudian kami melepaskan ciuman kami, dan kami pun saling tersenyum. Selepas Purwokerto, Rina berbisik ke telingaku, dia mengajakku ke kamar mandi. Sesampainya di depan pintu kamar mandi, Rina memberitahuku kalau ia ingin melakukannya di dalam WC ini. Rina masuk dulu, dan baru setelah kulihat keadaan sekitar aman, aku ikut masuk.

Tanpa banyak bicara kumulai saja, Rina merangkulku dan kuciumi bibirnya, lidah kami beradu dan saling sedot. Tanganku masuk ke dalam tank topnya, kuremas-remas boobsnya perlahan dan memainkan putingnya. Ciumanku turun ke lehernya, tanganku menikmati kedua boobsnya, Rina memeluk kepalaku. Sesaat kemudian kutanggalkan cardigan dan kunaikkan tank topnya hingga tampaklah sepasang payudara yang bulat, kencang dan putingnya berwarna cerah, pink serta wajah pemiliknya yang terangsang menggairahkan.

Rina langsung kupeluk dan aku ‘menetek’ padanya. Perlahan kunikmati kedua payudaranya, kujilati putingnya, kusedot-sedot, dan kugigit-gigit lembut. Rina hanya bisa memeluk kepalaku dan mendesah-desah keenakan. Sambil ‘menetek’, aku mengelus-elus pantatnya yang montok dan halus. Saat kujelajahi pantatnya, ternyata Rina memakai CD bikini, yang hanya ditalikan kanan kirinya. Tanganku yang nakal melepaskan temalinya dan kulepaskan lalu kulihat tanda di CD-nya yang basah oleh cairan vaginanya. Langsung aku berjongkok dan meminta Rina mengangkat salah satu kakinya dan meletakkannya di atas kloset.

Tampaklah vagina basah yang berambut jarang. Kukatakan pada Rina bahwa vaginanya sangat sexy hingga langsung kulibas saja. Kujilati klitorisnya perlahan, lalu kesedot-sedot dan kugigit-gigit lembut hingga Rina melenguh agak keras dan memegangi kepalaku. Kurasakan vaginanya yang berkedut kencang saat Rina orgasme. Rangsangan tak kuhentikan, kutelan cairan vaginanya dan terus menikmati vaginanya. Kedua kaki Rina melemas hingga dia mencari pegangan dan aku menahan kedua kakinya di pundakku. Kutangkupkan mulutku di vaginanya hingga Rina pun orgasme lagi. Kujilati cairan vaginanya yang keluar dari vaginanya yang berkedut lalu kududukkan dia di atas kloset.

Rina tersenyum keenakan dan puas. Kutanya padanya apakah dia sudah puas. Rina menjawabnya dengan melucuti celana pendekku dan CD-ku dilanjutkan dengan menjilati penisku. Dengan wajah penuh nafsu Rina menikmati penisku. Mulutnya menjilati batang penisku dan memainkan kepala penisku yang seperti jamur sedang jari-jari lembutnya memainkan kedua zakarku. Aku mendesah keenakan karena baru kali ini ada yang dapat menyaingi Ani, mantan kekasihku, dalam mengoral penisku.

Aku memegangi kepala Rina ketika ia mengocok penisku di dalam mulutnya, sesaat kemudian juga kuremas-remas boobsnya yang mengkal. Kusuruh Rina menungging saat dia mengambil nafas setelah menyedot-sedot penisku dengan nikmatnya, kugesek-gesekkan kepala penisku yang sudah basah oleh liurnya ke bibir vagina dan klitorisnya. Rina mendongak keenakan dan menatapku seakan memberi isyarat untuk segera menyodokkannya ke dalam.

Perlahan kumasukkan penisku ke dalam vaginanya. Vaginanya yang licin dan hangat membuat adrenalinku terpompa keluar. Perlahan tapi mantap kusodokkan penisku, lalu kuberikan hentakan kencang saat hampir seluruh penisku telah masuk ke dalamnya. Memang penisku tak terlalu besar, rata-rata saja ukurannya. Bukan masalah ukuran tapi bagaimana cara saya melakukannya mulai saat foreplay hingga klimaks yang dicapainya pada saat orgasme.

Rina menjerit, lalu menatapku dan tersenyum. Kudekatkan wajahku dan mencium bibirnya sebelum mulai. Perlahan aku mulai menggerakkan pinggulku maju mundur, kuvariasi gerakan pinggulku. Maju-mundur, melingkar-lingkar dan membentuk angka 8. Sambil menyodok, sesekali kuelus-elus putingnya dan tangan yang lain menyentuh klitorisnya. Rina yang hanya memakali rok dan aku hanya memakai kaos menikmati setiap goyangan dan sodokan.

Setelah bosan dengan gaya doggy, aku duduk dan Rina kupangku menghadap wajahku. Kami berciuman lagi sebelum memulai kocokan. Rina manggoyangkan pinggulnya naik-turun, titik-titik keringat keluar dari pori-pori kami. Sambil bergoyang aku kembali ‘menetek’ padanya hingga Rina makin menggila. Vaginanya makin basah, dan seakan-akan memijat penisku dengan kedutannya.

Rina mengatakan padaku kalau dia hampir sampai dan kuminta untuk orgasme bersama. Kutanya padanya di mana aku harus mengeluarkannya, Rina menyatakan dirinya aman malam itu, dan dia ingin aku melepaskannya di dalam. Vagina Rina makin berkedut, lalu dia memelukku erat dan mendesah panjang, goyangannya terhenti, vaginanya berkedut hebat dan basah. Spontan aku berdiri dan Rina menjepitkan kakinya di pinggangku. Perlahan kugoyangkan pinggul hingga aku pun orgasme, beberapa kali penisku menembakkan spermanya di dalam vagina Rina.

Setelahnya aku duduk dan berpelukan erat dengan Rina. Cukup lama kami berada dalam posisi ini. Rina berbisik padaku mengatakan bahwa dirinya tak akan melupakan malam ini, dan ini adalah penis pertamanya yang memasuki vaginanya. Aku hanya bisa tersenyum menjawab pernyataannya. Rina berdiri hingga dapat kulihat ada bercak darah di penisku, aku terkejut karena rupanya dia bersungguh-sungguh.

Lalu kami merapikan diri dan bersiap kembali ke tempat duduk kami. Dengan cuek kami keluar, anggap saja kami sepasang pengantin baru. Aku keluar duluan dengan tanganku menggandeng Rina, walaupun cuek tapi aku cukup terkejut ketika ada seorang wanita muda seumuran Rina, berpapasan dengan kami saat kami membuka pintu untuk masuk ke ruang duduk. Wanita yang ternyata segerbong dengan kami itu tersenyum penuh arti. Kami tetapi cuek saja. Sesampainya di tempat duduk kami, aku semakin hangat dengan Rina. Dia tertidur dalam pelukanku.

Selepas Cirebon aku ke pergi ke WC lagi untuk buang air kecil. Ketika aku keluar, ternyata wanita yang tadi telah menunggu. Wanita itu mendorongku ke dalam WC hingga aku sempat memberontak sedikit, lalu ketika tahu dia sedang horny dengan melucuti celana dan pakaiannya sendiri, aku diam saja. Kutanya namanya, dia menjawab Rosa. Rambutnya pendek, sawo matang kulitnya, tingginya 170-an cm, menarik dan sexy, payudaranya lebih besar daripada punya Rina, kira-kira 34B, mengkal, putingnya coklat muda.

Setelah dia menanggalkan celana panjangnya, Rosa melepaskan atasannya. Aku pun mengelus-elus pussynya dari luar CD, ternyata sudah basah dan lembab, horny sekali dia rupanya. Kuturunkan CD-nya saat dia melepaskan branya. Wow, gundul dan basah. Rosa berpegangan di pundakku saat aku mengerjakan dirinya. Kutusukkan jari tengahku dan kuremas-remas boobsnya yang mengkal kanan-kiri. Rosa melenguh-lenguh keenakan. Vaginanya berkedut cepat bagai memijat jariku. Kuhentikan rangsanganku, dan dia berjongkok melucuti celanaku. Penisku sudah mengacung rupanya.

Rosa langsung mengajak bermain kuda-kudaan. Agak mudah juga penisku masuk ke dalam vaginanya, rupanya dia sudah sering dimasuki penis, tapi walaupun demikian masih kencang juga cengkeraman vaginanya. Rosa mulai menggoyangkan pinggulnya, dan aku mulai ‘menetek’ padanya. Cewek ini cukup sexy, batinku, dan mudah terangsang rupanya. Tak lama kemudian Rosa memelukku erat saat dia orgasme. Rosa tersenyum padaku, dan membisikkan terima kasih. Lalu kuminta dia untuk menenangkan penisku. Rosa melakukan blow job. Lumayan juga, hingga aku keenakan dibuatnya. Lalu tanpa peringatan sebelumnya, aku menembakkan spermaku ke dalam mulutnya. Rosa membersihkan sisa-sisa sperma di penisku. Aku langsung merapikan diriku dan mencium pipi Rosa sambil mengucapkan terima kasih kembali.

Di dalam gerbong, aku kembali memeluk Rina. Kebetulan kami menyewa selimut, tanganku bergerilya masuk ke dalam CD Rina. Kuelus-elus kitorisnya hingga Rina terkejut dan kembali terangsang. Vaginanya menjadi lembab, perlahan kumasukkan jari tengahku lalu kukocok vaginanya. Rina memegangi dengan erat tanganku yang meremas-remas boobsnya. Untuk menahan agar suaranya tak keluar dia menggigit bibirnya sendiri. Tak lama kemudian Rina orgasme, lalu dia mengatakan kalau diriku nakal sekali. Aku menjawabnya dengan sebuah ciuman di bibirnya yang mungil.

Sesampainya di Jakarta, kutemani dia menunggu jemputannya. Ternyata ayahnya yang menjemput. Aku dikenalkan padanya sebagai teman selama di perjalanan. Untung saja ayahnya tak menaruh curiga apapun. Setelah selesai merapikan barang bawaannya ke mobil, Rina berbisik padaku agar segera meneleponnya hari itu juga. Aku menyanggupinya sebelum akhirnya kami berpisah.

tamat

Pasti horny ya habis baca ini belum lagi baca cerita yang lainnya yang bikin kamu lemes. Selain bacaannya seru ceritanya akan selalu di update terbaru setiap hari. makanya ajakin temen temen kamu buat membaca di situs novelhot.co.  baca juga kisah sex sebelumnya yang tidak kalah menarik dengan cerita diatas yang dapat meningkatkan birahi mu berjudul Bercinta Dengan Pacar Kakakku Saat Rumah SepiCerita Dewasa Hot, Cerita Seks Bergambar, Cerita Mesum Ngentot.

Pencarian terkait:

  • cerita payudara hot
  • cerita hot payudara
  • Cerita puting susu
  • cerita sex pentil
  • cerita dewasa puting
  • cerita payudara terangsang
  • Cerita pentil susu
  • cerita puting
  • cerpen hot payudara
  • cerita sex puting
Itil Certification Service desk overview
Cerita Nikmat Terangsang Puting Payudara Rina
by : | 5