Cerita Sex Tante Wina dan Tante Rini

Minggu, Mei 14th, 2017 - Cerita Sex Party, Cerita Sex Tante
Service Management

Kumpulan Novel Cerita Sex Hot kembali update cerpen dewasa panas terbaru bergambar dengan judul Cerita Sex Tante Wina dan Tante Rini. Situs bacaan seks khusus orang dewasa yang berisikan cerita-cerita seru terbaru lengkap dengan foto-foto hot untuk usia 18 tahun keatas (Plus) yang dapat menjadi nafsu peningkat birahi dan dijamin meningkatkan libido seks para pembaca Novel Dewasa, selamat menikmati.

Cerita Sex Tante Wina dan Tante Rini

Cerita Sex Tante Wina dan Tante Rini

Cerita panas tante girang ini di mulai setelah sekolah aku disuruh jaga toko Milik Tante Wina yang sebenarnya bukan tante asliku. Dia adalah teman dari dari ibu sodaraku jauh, ribet deh kalodiceritain, aku menjaga toko itu sudah sekitar 2 minggu.

Karena toko milik Tante Wina menjual sembako, maka pembelinya pun kebanyakan ibu-ibu ataupun perempuan. Saya yang bertugas untuk mengambilkan barang-barang seperti beras, gula ya hanya bersikap cuek saja terhadap banyaknya pembeli itu.

Tante Rini pemilik toko di sebelah tokonya Tante Wina yang sepertinya juga tipe wanita binal. Dia sering datang sore hari setiap toko akan ditutup. Dia biasanya saling omong-omong, bersenda gurau dengan Tante Wina, dan apabila telah begini tentu lama sekali selesainya. Dan seperti biasanya, aku pulang duluan ke rumah karena Tante Wina biasanya dijemput oleh suaminya atau anaknya.

Tapi suatu saat, ketika mau pulang aku teringat bahwa harus mengantarkan Indomie ke pelanggan, aku cepat-cepat balik ke toko. Dan memang toko sudah sepi, pintu pun hanya ditutup tanpa dikunci. Aku pun langsung masuk menuju tempat penyimpanan Indomie. Ternyata aku menyaksikan peristiwa yang tidak kuduga sama sekali, kulihat Tante Wina dengan posisi tetelentang di antara tumpukan karung beras sedang dioral kemaluannya oleh Bu Rini. Tante Wina sangat menikmati dengan rintihannya yang ditahan-tahan dan tangannya memegang kepala Bu Rini untuk dirapatkan ke selangkangannya.

Karena terkejut atas kedatanganku, maka keduanya pun berhenti dengan memperlihatkan wajah sedikit malu-malu. Tapi tidak sampai lima detik, mereka pun tersenyum dengan penuh artii

“Kamu belum pulang to Her (Hery namaku), kebetulan lho kita bisa rame-rame, ya kan Bu Rini..?” ucap Tante Wina sambil menarik tangan Bu Rini ke arah kedua dadanya yang terbuka.

“Ayo sini Her.., jangan malu, ughh, ahh..!” desah Tante Wina lagi, kali ini tangannya melambai ke arahku.

Cerita Ngentot Tante – Dan aku pun sempat bingung tidak tahu harus berbuat apa, tapi karena kedua wanita dalam keadaan tanpa pakaian seperti itu memanggilku, nafsu kelelakianku bangkit walaupun aku belum pernah merasakan sebelumnya. Perlahan aku mendekati keduanya sambil melihat mereka berdua. Seperti seorang raja aku pun disambut, mereka yang tadinya telentang dan menindih kini mereka bangkit dan duduk sambil menata rambutnya masing-masing.

Hanya lima langkah aku pun sampai di hadapannya, dan dengan lihai mereka berdua langsung meremas selangkanganku.

“Her, ini pernah masuk ke sarangnya belum..?” tanya Tante Wina manja.

“Be.., belum Tante..!” jawabku polos sambil menahan rasa geli yang begitu nikmat.

“Wah.., hebat dong belum pernah. Pertama kali langsung dapat dua lubang..!” canda Bu Rini, sementara tangannya menarik lepas celanaku hingga aku benar-benar telanjang di hadapan mereka.

Dan sesaat kemudian aku merasakan kehangatan pada batang kemaluanku. Terdengar srup, srup ahh. Tante Wina dan Bu Rini seakan ingin berebut untuk menikmati batang kemaluanku yang berukuran normal-normal saja.

“Ayo Bu.., hisap yang lebih kenceng biar keluar isinya..!”
“Iya Bu.., ini kontol kok enak banget sih..?”
“Cupp.., crupp..!” kata mereka berdua saling menyahut.

Aku hanya pasrah menikmati perlakuannya dan sesekali kuusap pipi-pipi kedua Tante-Tante itu dengan nafsu juga.

Tidak sampai 10 menit, aku merasakan sesuatu kenikmatan luar biasa yang biasanya terjadi dalam mimipi, badanku menegang, mataku terpejam untuk merasakan sesuatu yang keluar dari kemaluanku. Tumpahan maniku memuncrat mengenai wajah Bu Rini dan Tante Wina, dan dengan serta merta Tante Wina mengalihkan lumatan dari punyaku ke wajah Bu Rini. Dengan buas sekali mereka saling berciuman bibir, berebutan untuk menelan air kenikmatan punyaku. Aku pun berjongkok dan membuka paha Tante Wina, Tante Wina hanya menurut.
“Mau apa kau Sayang..?” desah Tante Wina.

Aku hanya diam saja dan mengarahkan wajahku ke arah selangkangannya yang berbau anyir dan tampak mengkilap karena sudah basah. Aku mencoba untuk melakukan seperti di film-film. Kumasukkan lidahku ke dalam rongga-rongga vaginanya serta menyedot-nyedot klitorisnya yang kaku itu. Kurasakan ketika aku menyedot benda kecil Tante Wina. Tante Wina selalu menggelinjang dan mengangkat pantatnya, sehingga kadang hidungku ikut mencium benda kecil itu.

“Her.., kamu kok pinter banget sih, terus, terus uggh.. ughh.. ahhh, ehh, aahhh..!” ceracau Tante Wina.

“Terus Her, terus..! Beri Tantemu surga kenikmatan, ayo Her..!” ucap Bu Rini yang memilin dan mengemut puting susu Tante Wina.

“Terus Bu..! Her.., aku mau muncrat! Ayo Her.., sedot yang keras lagi..!” pinta Tante Wina.

Aku pun semakin liar memainkan vaginanya, dan dengan teriakan Tante Wina, “Aghh.., ughh..!” lidahku merasakan ada cairan kental keluar dari vagina Tante Wina. Aku cepat-cepat menangkapnya dan sedikit ragu untuk menelannya.

“Her, sudah Her.., Tante sudah puas nih..! Kamu gantian dengan Bu Rini ya..!” ucapnya sambil tangannya mengusap cairannya yang keluar dari liang senggamanya.

Aku pun tidak sadar bahwa batang kemaluanku sudah bangun lagi, tegak dengan sempurna walaupun sedikit terasa ngilu.

“Bentar Her.., kamu disini dulu ya..!” pinta Bu Rini sambil keluar ke tempat tumpukan koran dan mengambil beberapa lembar.

Cerita Sex Tante – Kemudian Bu Rini masuk ke gudang lagi dengan menggelar koran yang dibawanya. Setelah kira-kira cukup, Bu Rini menelentangkan tubuhnya dan memanggilku, “Ayo sekarang giliran saya dong Her..!” katanya sambil tangannya meremas susunya sendiri.

Aku pun langsung mengangkanginya dan kedua tangan pun mengganti tangannya untuk meremas susu-susunya yang masih kenyal. Lembut, halus, enak rasanya memegang payudara orang dewasa.

“Her.., masukin dong tuh burung kamu ke lubang Rini, ayo dong Her..!” bisiknya lembut.

Aku pun berusaha untuk mengarahkan masuk ke liangnya, tapi dasar memang masih amatir, terasa terpeleset terus.
“Ayo Rini bantu biar nggak salah sasaran..!” ucapnya.

Dan tangannya pun memegang batang kemaluanku dengan lembut dan memberikan kocokan sebentar, dan akhirnya dibimbing masuk ke lubang kenikmatannya.

Ini pertama kali kurasakan penisku masuk ke sarangnya. Terasa hangat, lembab, nikmat dan seperti ditarik-tarik dari dalam kamaluan Bu Rini. Secara naluri aku pun mulai menggerakkan pantatku maju mundur secara pelan dan berirama.

“Terus Her.., masukkin lagi yang lebih dalam, ayooo, ughh..!” desah Bu Rini.

Tangan Bu Rini pun telah memegang pantatku dan menekan-nekan supaya doronganku lebih keras, sedangkan kakinya telah melingkar di pinggangku.

Kira-kira hanya 10 menit berlalu, Bu Rini menjerit sambil menggaruk punggungku dengan keras, “Ooohhh.., aku ngejrot.., Her..! Yeess.., uhhh..!”

Kemudian tubuhnya lunglai dan melepaskan kakinya yang melingkar di pinggangku. Aku pun bangkit meninggalkan Bu Rini yang telentang dan tampak dari liang kenikmatannya sangat banyak cairan yang keluar. Kuhampiri Tante Wina yang mulai menutup pintu-pintu tokonya. Aku pun turut membantunya untuk mengemasi barang-barang.

Setelah beberapa menit menunggu jemputan, terdengar telpon berdering. Setelah kuangkat ternyata mobil yang dipakai menjemput dipakai suaminya untuk ngantar tetangga pindahan. Kemudian aku pun menawarkan untuk mengantarkan ke rumah Tante Wina dengan Impresa 95 kesayanganku.

Cerita lesbi teman mama – Di dalam perjalanan, Tante banyak bercerita bahwa hubungan lesbinya dengan Bu Rini sudah 3 tahun, karena Omku suka pulang malam (mabuk-mabukan, judi, nomor buntut, dan sebagainya) sehingga tidak puas bila dicumbu oleh Omku. Sedangkan Bu Rini memang janda karena suaminya minggat dengan wanita lain.

Sampai di rumah Tante Wina, suasananya memang sepi karena anaknya kuliah dan Omku sedang mengantar tetangga pindah rumah. Setelah aku angkat-angkat barang ke dalam rumah, aku pun lalu pamitan mau pulang kepada Tante Wina. Aku terkejut, ternyata Tante Wina bukannya memperbolehkan aku pulang, tetapi malah menarik tanganku menuju kamar Tante Wina.

“Her.., Tante tolong dipuasin lagi ya Yang..!” pintanya sambil memelukku dan menempelkan kedua buah dadanya ke tubuhku.

Aku pun mencium bibirnya yang terbuka dan mengulumnya dengan nafsu, demikian pula Tante Wina. Kemudian dengan dorongan, jatuhlah tubuh kami berdua di kasurnya, dan dengan bersemangat kami saling meraba, menindih, merintih. Hingga akhirnya aku melepaskan maniku ke dalam kemaluan Tante Wina.

Aku pun pamitan pulang dengan mencium bibirnya dan meremas susunya dengan lembut. Kemudian dari laci lemari diambilnya uang seratus ribuan, dan diberikan kepadaku, “Untuk rahasia kita..!” katanya.

Sampai saat ini lebih dari 2 tahun aku bekerja di toko Tante Wina, dan hubungan badanku dengan Tante Wina dan Bu Rini masih berlangsung. Dan yang menyenangkan adalah Tanti, anak Bu Rini mau kupacari, dan aku ingin menjadikannya sebagai istri.

Pasti horny ya habis baca kisah ini, belum lagi baca cerita yang lainnya yang bikin kamu lemes. makanya ajakin temen temen kamu buat share dan bookmark situs novelhot.co. Selain bacaannya seru dan selalu update novel sex terbaru, ada juga cerita seks bergambar terbaik sebelumnya yang tidak kalah menarik dengan cerita diatas yang dapat meningkatkan birahi mu berjudul Cerita Sex Bersetubuh Dengan Umi SayangCerita Dewasa Hot, Cerita Seks Bergambar, Cerita Mesum Ngentot.

Pencarian terkait:

  • cersex tante wina
  • Kisah Sex Tante Wina
  • kisah tante rini
Itil Certification Service desk overview
Cerita Sex Tante Wina dan Tante Rini
by : | 5