Kisahku Dientot Paman Sampai Orgasme Berkali Kali

Sabtu, September 16th, 2017 - Cerita Sex Sedarah
Service Management

Kumpulan Novel Sex Hot kembali update cerpen cerita dewasa panas terbaru bergambar dengan judul Kisahku Dientot Paman Sampai Orgasme Berkali Kali. Situs bacaan seks khusus orang dewasa yang berisikan cerita-cerita seru terbaru lengkap dengan foto-foto hot untuk usia 18 tahun keatas (Plus) yang dapat menjadi peningkat nafsu birahi dan dijamin meningkatkan libido seks para pembaca Novel Hot, selamat menikmati.

Kisahku Dientot Paman Sampai Orgasme Berkali Kali

Kisahku Dientot Paman Sampai Orgasme Berkali Kali

Aku adalah anak pertama yang di besarkan di keluarga miskin. Dan namaku Nita Karena Orang tuaku tidak mampu, aku di titipkan kepada adik aPamanTante Mirna. Untuk membantu pekerjaan rumahnya, sekalian untuk membiayai sekolahku.  Tanteku adalah seorang wanita yang disiplin dan agak keras sedangkan pamanku kebalikannya bahkan bisa di katakan bahwa paman di bawah bendera Tante. Bisa dikatakan Tantelah yang lebih mengatur segala-galanya dalam keluarga. Karena Tante memang mempunya penghasilan lebih besar yaitu di perusahaan Persero Jakarta.  Namun, walaupun Tante keras, di luar rumah aku termasuk cewek bandel dan sering gonta-ganti pacar, tentunya tanpa sepengetahuan Orang tuaku, dan Tanteku. Tapi suatu saat, Ketika Tanteku pergi Meeting di Singapore. Dia akan tinggal di sana selama seminggu. Hatiku bersorak. Aku akan bisa bebas di rumah. Tak akan ada yang memaksa-maksa untuk belajar. Aku juga bebas pulang sore. Kalau Paman, dia selalu kerja sampai hampir malam.

Pulang sekolah, aku mengajak pacarku sekarang adalah Rio, anak basket di sekolah. Dan Rio kuajak ke rumah. Kebetulan ada rapat dewan guru, sehingga pulang agak cepat. Aku ngentot dengan beberapa mantanku sudah beberapa kali . Tetapi dalam ngentot tersebut tidak pernah betul-betul nikmat. Selalu di lakukan buru-buru sehingga aku tidak pernah orgasme. Aku penasaran, bagaimana sih nikmatnya orgasme dengan pasangan saat ngentot ?, Makanya orgasmeku kuraih dengan masturbasi setiap kali mau mandi.  Kecuali dengan Rio, dan rencana kami akan ngentot begitu pulang sekolah

Sampainya di rumah waktu itu keadaan rumah kosong. Kami merasa bebas. Jam masih menunjukkan angka 11:00 sedangkan paman selalu pulang pukul enam lewat. So, cukup waktu untuk memuaskan berahi. Kami duduk di sofa. Rio dengan segera melumat bibirku. Kurasakan hangatnya bibirnya. “Ah..” kurangkul tanganku ke lehernya. Ciumannya semakin dalam. Kini lidahnya yang mempermainkan lidahku. Tangannya pun mulai bermain di kedua bukitku. Aku benar-benar terangsang. Aku sudah bisa merasakan bahwa vaginaku sudah mulai basah. Segera kujulurkan tanganku ke perut bawahnya. Aku merasakan bahwa daerah itu sudah bengkak dan keras. Kucoba membuka reitsleting celananya tapi agak susah. Dengan segera Rio membukakannya untukku. Bagai tak ingin membuang waktu, secara bersamaan, aku pun membuka kemeja sekolahku sekaligus BH-ku tapi tanpa mengalihkan perhatianku pada Rio. Kulihat segera sesudah CD Rio lepas, senjatanya sudah tegang, siap berperang.

Kami berpelukan lagi. Kali ini, tanganku bebas memegang burungnya. Tidak begitu besar, tapi cukup keras dan berdiri dengan tegangnya. Kuelus-elus sejenak. Kedua telurnya yang dibungkus kulit yang sangat lembut, sungguh menimbulkan sensasi tersendiri saat kuraba dengan lembut. Penisnya kemerah-merahan, dengan kepala seperti topi. Di ujungnya berlubang. Kukuakkan lubang kecil itu, lalu kujulurkan ujung lidahku ke dalam. Rio melenguh. Expresi wajahnya membuatku semakin bergairah. “Ah..” kumasukkan saja batang itu ke mulutku. Rio melepaskan celana dalamku lalu mempermainkan vaginaku dengan jarinya. Terasa sentuhan jarinya diantara kedua bibir kemaluanku. Dikilik-kiliknya klitorisku. Aku makin bernafsu. Kuhisap batangnya. Kujilati kepala penisnya, sambil tanganku mempermainkan telurnya dengan lembut. Kadang kugigit kulit telurnya dengan lembut.

“Sayang,  ngentotnya pindah di lantai saja yuk, lebih bebas!”

Tanpa menunggu jawabanku, dia sudah menggendongku dan membaringkanku di lantai berkarpet tebal dan bersih. Dibukanya rok abu-abuku, yang tinggal satu-satunya melekat di tubuhku, demikian juga kemejanya. Sekarang aku dan dia betul-betul bugil. Aku makin menyukai suasana ini. Kutunggu, apa yang akan dilakukannya selanjutnya. Ternyata Rio naik ke atas tubuhku dengan posisi terbalik, 69. Dikangkangkannya pahaku. Selanjutnya yang kurasakan adalah jilatan-jilatan lidahnya yang panas di permukaan vaginaku. Bukan itu saja, klitorisku dihisapnya, sesekali lidahnya ditenggelamkannya ke lubangku. Sementara batangnya tetap kuhisap. Aku sudah tidak tahan lagi.

“Rio sayang, ayo masukin saja.”
“Sebentar lagi.”
“Ah.. aku nggak tahan lagi, aku mau batangmu, entotin aku sayang,…please!”
Rio memutar haluan. Digosok-gosokannya kepala penisnya sebentar lalu.. “Bless..” batang itu masuk dengan mantap. Tak perlu diolesi ludah untuk memperlancar, vaginaku sudah banjir. Amboy, nikmat sekali. Disodok-sodok, maju mundur.. maju mundur. Aku tidak tinggal diam. Kugoyang-goyang juga pantatku. Kadang kakiku kulingkarkan ke pinggangnya.

Tiba-tiba, “Ah.. aku keluar..” Kata Rio. Dicabutnya penisnya dan spermanya berceceran di atas perutku.
“Bangsat ! Sama saja, aku belum puas, dia sudah muntah,” rungutku dalam hati.
Tapi aku berpikir, “Ah, tak mengapa, babak kedua pasti ada.”
Dugaanku meleset. Rio berpakaian.
“Nit, sorry Paman.. aku baru ingat. Hari ini rupanya aku harus latihan Basket, udah agak telat nih,” dia berpakaian dengan buru-buru. Aku betul-betul kecewa.
“Kurang ajar anak ini. Dasar egois, emangnya aku lonte, cuman memuaskan kamu saja.”

Aku betul-betul kecewa dan berjanji dalam hati tak akan mau ngentot lagi dengannya. Karena kesal, kubiarkan dia pergi. Aku berbaring saja di sofa, tanpa mempedulikan kepergiannya, bahkan aku berbaring dengan membelakanginya, wajahku kuarahkan ke sandaran sofa.
Kemudian aku mendengar suara langkah mendekat. “Ngapain lagi si kurang ajar ini kembali,” pikirku. Tapi aku memasang gaya cuek. Kurasakan pundakku dicolek. Aku tetap cuek.
“Nita!”

Oh.. ini bukan suara Rio. Aku bagai disambar petir. Aku hanya memakai pakaian dalam.
“Paman!” aku sungguh-sungguh ketakutan, malu, cemas, pokoknya hampir mati.
“Dasar bedebah, rupanya kamu sudah biasa main begituan Paman. Jangan membantah. Paman lihat kamu bersetubuh dengan lelaki itu. Biar kamu tahu, ini harus dilaporkan sama Orang tua, dan Tantemu.”

Aku makin ketakutan, kupeluk lutut pamanku, “Paman.. jangan paman…, aku mau dihukum apa saja, asal jangan diberitahu sama orang lain terutama Mama,” aku menangis memohon.

Tiba-tiba, paman mengangkatku ke sofa. Kulihat wajahnya makin melembut.
“Nit, Paman tahu kamu tidak puas barusan. Waktu Paman masuk, Paman dengar suara-suara desahan aneh, jadi Paman jalan pelan-pelan saja, dan Paman lihat dari balik pintu, kamu sedang di entoti lelaki itu, jadi Paman intip aja sampai siap mainnya.”Aku diam aja tak menPamanut.
“Nit, kalau kamu mau Paman puasin, maka rahasiamu tak akan terbongkar.”
“Sungguh?”

Paman tak menjawab, tapi mulutnya sudah mencium susuku. Di jilatinya permukaan payudaraku,sambil membuka BH dan celana dalamku dan digigitnya pelan-pelan putingku. Sementara tangannya sudah menjelajahi bagian bawahku yang masih basah. Paman segera membuka bajunya. Langsung seluruhnya. Aku terkejut. Kulihat penis pamanku jauh lebih besar, lebih panjang sedikit dari pada penis si Rio. Penisnya ngaceng, mendongak, keras, hitam, berurat, berbulu lebat. Bahkan antara pusat dan kemaluannya juga berbulu halus. Beda benar dengan Rio. Melihat ini saja aku sudah bergetar.

Kemudian Aku didudukkannya di sofa. Pahaku dibukanya lebar-lebar. Dia berlutut di hadapanku lalu kepalanya berada diantara kedua pangkal pahaku. Tiba-tiba lidah hangat sudah menggesek ke dalam vaginaku. Aduh, lidah pamanku menjilati vaginaku. Dia menjilat lebih lihai, lebih lembut. Jilatannya dari bawah ke atas berulang-ulang. Kadang hanya klitorisku saja yang dijilatinya. Dihisapinya, bahkan digigit-gigit kecil. Dijilati lagi. Dijilati lagi. “Oh.. oh.. enak, Paman di situ Paman, enak, nikmat Paman,” tanpa sadar, aku tidak malu lagi mendesah jorok begitu di hadapan pamanku. Paman “memakan” vaginaku cukup lama. Tiba-tiba, aku merasakan nikmat ngentot yang sangat dahsyat, yang tak pernah kumiliki sebelumnya.

“Oh.. begini rupanya orgasme, nikmatnya,” aku tiba-tiba merasa lemas. Paman mungkin tahu kalau aku sudah orgasme, maka dihentikannya menjilat lubang kewanitaanku. Kini dia berdiri, tepat di hadapan hidungku, penisnya yang besar itu menengadah. Dengan posisi, paman berdiri dan aku duduk di sofa, kumasukkan batang pamanku ke mulutku. Kuhisap, kujilat dan kugigit pelan. Kusedot dan kuhisap lagi. Begitu kulakukan berulang-ulang. Paman ikut menggoyangkan pantatnya, sehingga batangnya terkadang masuk terlalu dalam, sehingga bisa kurasakan kepala penisnya menyentuh kerongkonganku. Aku kembali sangat bergairah merasakan keras dan besarnya batang itu di dalam mulutku. Aku ingin segera paman memasuki lubangku, tapi aku malu memintanya. Lubangku sudah betul-betul ingin “menelan” batang yang besar dan panjang ini.

Tiba-tiba paman menyeruhku berdiri.
“Mau main berdiri ini,” pikirku.
Rupanya tidak. Paman berbaring di sofa dan mengangkatku ke atasnya.
“Masukkan Nit!” ujar Paman.
Kuraih batang itu lalu kuarahkan ke vaginaku. Ah.. sedikit sakit dan agak susah masuknya, tapi paman menyodokkan pantatnya ke depan.
“Aduh pelan-pelan, Paman.”

Lalu berhenti sejenak, tapi batang itu sudah tenggelam setengah akibat sodokan paman tadi. Kugoyang perlahan. Dengan perlahan pula batang itu semakin masuk dan semakin masuk. Ajaibnya semakin masuk, semakin nikmat. Lubang vaginaku betul-betul terasa penuh. Nikmat rasanya. Karena dikuasai nafsu, rasa maluku sudah hilang. Kusetubuhi pamanku dengan rakus. Ekspresi pamanku makin menambah nafsuku. Remasan tangan pamanku di kedua payudaraku semakin menimbulkan rasa nikmat. Kogoyang pantatku dengan irama keras dan cepat.
Tiba-tiba, aku mau orgasme, tapi paman berkata, “Ayoo! Kita ganti posisi. Kamu nungging dulu.”
“Mau apa ini?” pikirku.

Tiba-tiba kurasakan gesekan kepala penis di permukaan lubangku kemudian.. “Bless..” batang itu masuk ke lubangku. Yang begini belum pernah kurasakan. Mantan-mantanku tak pernah memperlakukanku begini, begitu juga Muklis, lelaki yang mengambil perawanku. Tapi yang begini ini rasanya selangit. Tak terkatakan nikmatnya. Hujaman-hujaman batang itu terasa menggesek seluruh liang kewanitaanku, bahkan hantaman kepala penis itupun terasa membentur dasar vaginaku, yang membuatku merasa semakin nikmat. Kurasakan sodokan paman makin keras dan makin cepat. Perasaan yang kudapat pun makin lama makin nikmat. Makin nikmat, makin nikmat, dan makin nikmat.

Tiba-tiba, “Auh..oh.. oh..!” kenikmatan itu meladak. Aku orgasme untuk yang kedua kalinya. Hentakan paman makin cepat saja, tiba-tiba kudengar desahan panjangnya. Seiring dengan itu dicabutnya penisnya dari lubang vaginaku. Dengan gerakan cepat, paman sudah berada di depanku. Disodorkannya batangnya ke mulutku. Dengan cepat kutangkap, kukulum dan kumaju-mundurkan mulutku dengan cepat. Tiba-tiba kurasakan semburan sperma panas di dalam mulutku. Aku tak peduli. Terus kuhisap dan kuhisap. Sebagian sperma tertelan olehku, sebagian lagi kukeluarkan, lalu jatuh dan meleleh memenuhi daguku. Paman memelukku dan menciumku, “Nit, kapan-kapan, kalau nggak ada Tante, kita main lagi. kata Paman.” Aku tak menjawab. Sebagai jawaban, aku menggelayut dalam pelukan pamanku. Yang jelas aku pasti mau. Dengan pacarku aku tak pernah merasakan orgasme. Dengan paman, sekali main orgasme dua kali. Siapa yang mau menolak?

Sesudah itu asal ada kesempatan, kami melakukannya lagi. Sementara tanteku masih sering marah, dengan nada tinggi, berusaha mengajarkan disiplin. Biasanya aku diam saja, pura-pura patuh. Padahal suaminya, yang menjadi pamanku itu, sering kuentoti dan kunikmati. Beginilah kisah ngentotku dengan pamanku yang pendiam, tetapi sangat pintar di atas ranjang.

Pasti horny ya habis baca ini belum lagi baca cerita yang lainnya yang bikin kamu lemes. Selain bacaannya seru ceritanya akan selalu di update terbaru setiap hari. makanya ajakin temen kamu buat membaca di situs novelhot.co.  baca juga kisah sex terbaik sebelumnya yang tidak kalah menarik dengan cerita diatas yang dapat meningkatkan birahi mu berjudul Cerita Sex Memperkosa Istri Bos Karena KesalCerita Dewasa Hot, Cerita Seks Bergambar, Cerita Mesum Ngentot.

Service desk overview Itil Certification
Kisahku Dientot Paman Sampai Orgasme Berkali Kali
by : | 5